SIDOARJO, FaktualNews.co – Sejumlah pipa pembuangan lumpur Lapindo yang selama ini digunakan untuk mengalirkan material lumpur ke Kali Porong tidak lagi beroperasi dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut terlihat dari pipa-pipa milik Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) yang tampak kering karena tidak dialiri material lumpur seperti biasanya.

Berhentinya operasional pipa itu sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, pengaliran lumpur ke Sungai Porong menjadi salah satu metode utama untuk menjaga kapasitas tampung lumpur di dalam tanggul penahan.

PPLS membenarkan adanya penghentian sementara sebagian aktivitas pengaliran material lumpur tersebut.

Perwakilan PPLS, William, menjelaskan bahwa berkurangnya volume pengaliran hingga penghentian operasional pipa tidak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah.

“Kebijakan efisiensi ini berdampak secara nasional, termasuk pada operasional kami,” ujar William saat ditemui di Ruang Pertemuan (Opsroom) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Selasa (2/6/2026).

Sebagaiamana dilansir kompas.com, selain faktor anggaran, William mengatakan operasional pembuangan lumpur juga bergantung pada mekanisme kontrak kerja.

Ketika masa kontrak berakhir dan kontrak baru belum diterbitkan, aktivitas pembuangan material padat lumpur harus dihentikan sementara.

Dalam masa transisi tersebut, hanya air yang berasal dari area tanggul yang tetap dialirkan menuju Sungai Porong.

Meski pengaliran material lumpur mengalami penurunan drastis, PPLS meminta masyarakat tidak panik.

William memastikan kondisi tanggul penahan lumpur hingga kini masih aman dan terus dipantau secara intensif oleh petugas selama 24 jam.

Menurut dia, sistem pengawasan dan mitigasi darurat tetap berjalan sebagaimana mestinya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Di sejumlah titik strategis, PPLS telah memasang perangkat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang berfungsi mendeteksi pergerakan maupun perubahan kondisi tanggul secara cepat.

“Kami memiliki instrumen peringatan dini yang terpasang di seluruh area tanggul. Jika terjadi kondisi kritis atau indikasi bahaya, sistem akan langsung memberikan informasi kepada petugas dan masyarakat,” terangnya.

PPLS juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak lumpur Lapindo agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Selama pemantauan rutin terus dilakukan dan perangkat EWS berfungsi normal, kondisi tanggul lumpur Lapindo disebut masih berada dalam keadaan terkendali.

Pihak PPLS menegaskan bahwa seluruh sistem pengawasan tetap berjalan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir meskipun operasional pipa pembuangan lumpur ke Kali Porong untuk sementara waktu mengalami penghentian.