Diduga Tutupi Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis, SPPG Pakisrejo Tulungagung Disorot
TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Ratusan warga Desa Pakisrejo dan Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, ada indikasi kejadian ini ditutup-tutupi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo.
Ketua Tim Pengawas Keamanan Pangan Program MBG Kecamatan Rejotangan, Eko Sumaryono, mengatakan kejadian dugaan keracunan itu terjadi pada Senin (27/7/2026). Saat itu, SPPG Pakisrejo mendistribusikan MBG untuk pelajar dan peserta posyandu seperti Balita, Ibu Hamil, serta Ibu Menyusui.
“Menu yang disajikan oleh SPPG Pakisrejo saat itu meliputi nasi putih, daging masak kecap, buncis, tempe, jeruk dan kerupuk,” kata Eko Sumaryono, Jumat (31/7/2026).
Setelah menyantap MBG itu, para penerima manfaat mulai mengalami gejala keracunan makanan pada malam harinya. Mereka mengalami gejala seperti muntah, mual dan diare.
Para penerima manfaat sempat melaporkan itu kepada kader posyandu yang diteruskan kepada pihak SPPG. Namun pihak SPPG justru tidak segera melaporkan kejadian dugaan keracunan MBG itu kepada petugas Satuan Tugas (Satgas).
“Kami baru mendapat laporan dari perangkat Desa Pakisrejo. Kami menilai jika kejadian ini sengaja ditutup-tutupi karena seharusnya kejadian ini langsung dilaporkan agar warga yang bergejala bisa mendapat penanganan,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan, Eko segera menerjunkan tim untuk mendatangi dapur SPPG. Saat itu, pihaknya mendapati sebanyak 103 penerima manfaat yang bergejala.
Saat ini, SPPG Pakisrejo telah ditutup sementara sejak Kamis (30/7/2026) kemarin. Penutupan itu langsung dilakukan sesuai dengan instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Operasional SPPG Pakisrejo ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penutupan menjadi kewenangan BGN,” pungkasnya.


