SITUBONDO, FaktualNews.co – Diduga berkendara secara ugal-ugalan, seorang remaja bernama Nur Afandi (19) mengalami kecelakaan tragis di jalan Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. Sepeda motor bernopol P 6869 DE yang dikendarainya menghantam sebuah mobil pikap bermuatan ratusan ekor ayam potong dengan nomor polisi P 9593 EA.

Akibat benturan keras tersebut, pemotor asal Desa Juglangan ini mengalami luka robek parah pada bagian tangan, kaki, serta pipi kanan. Karena kondisinya yang kritis, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Kecelakaan ini juga membuat sepeda motor korban ringsek berat hingga tak berbentuk. Di sisi lain, insiden tersebut sempat memicu kekacauan di lokasi kejadian karena pintu belakang mobil pikap terbuka, menyebabkan puluhan ekor ayam potong berterbangan ke jalanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat mobil pikap yang dikemudikan oleh Chandra (43), warga Jalan Pemuda Situbondo, melaju dari arah timur menuju ke barat. Saat tiba di lokasi kejadian, tepatnya di sebelah barat SMPN 3 Panji, Chandra memperlambat laju kendaraan dan berbelok ke arah kanan.

Nahas, dari arah berlawanan (barat), Nur Afandi yang memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi langsung menghantam bagian belakang pikap tersebut. Korban seketika terkapar tak berdaya di jalanan sebelum akhirnya dievakuasi warga.

“Selain korban mengalami luka parah dan motornya rusak total, puluhan ekor ayam muatan pikap juga sempat berterbangan ke mana-mana,” ujar Hasan, salah seorang warga setempat di lokasi kejadian, Jumat (31/7/2026).

Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo, Ipda Rudi, mengonfirmasi insiden tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga kuat terjadi karena kelalaian pemotor yang berkendara tanpa memperhatikan situasi lalu lintas.

“Dugaan sementara, pemotor melaju kencang dari arah barat dan kurang berhati-hati, sehingga tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan saat mobil pikap sedang berbelok,” pungkasnya.