BLITAR, FaktualNews.co – ​Akses kendaraan roda empat melalui jalur penghubung Blitar dan Malang di kawasan Bendungan Lahor resmi ditutup mulai hari ini, Sabtu (1/8/2026). Penutupan jalur ini dilakukan secara langsung oleh pihak Perum Jasa Tirta (PJT I), sementara Polres Blitar mengerahkan sebanyak 200 personel guna memberikan pengamanan dan pendampingan di lokasi.

​Kabag Ops Polres Blitar, AKP Soni Suhartanto, menjelaskan bahwa fokus petugas di lapangan saat ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui sosialisasi persuasif, bukan dengan sistem penyekatan kaku. Pengamanan ketat ini direncanakan akan terus berlangsung hingga situasi arus lalu lintas dinilai benar-benar landai.

​Kebijakan pembatasan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Faktor usia infrastruktur menjadi pertimbangan utama demi keamanan bersama.

​”Hal ini dilakukan mengingat usia jembatan di wilayah Bendungan Lahor yang telah berusia lebih dari 50 tahun dan memerlukan pemeliharaan menyeluruh demi keselamatan,” ujar AKP Soni Suhartanto.

​Meski kebijakan ini baru diterapkan, respons positif datang dari para pengguna jalan. Warga lokal maupun pengendara luar kota yang berniat melintas menuju Malang terpantau sudah kooperatif dan beralih menggunakan jalur alternatif berkat informasi yang masif dibagikan lewat media sosial.

Saat ini, akses lintas di kawasan tersebut hanya dibuka eksklusif bagi kendaraan roda dua dan tiga saja. ​Kendati demikian, pihak berwenang tetap menyiapkan langkah antisipasi untuk situasi darurat.

PJT I bersama kepolisian telah merancang skema diskresi arus lalu lintas apabila jalur nasional utama mengalami hambatan seperti kecelakaan atau truk tronton terguling.

​”Dalam kondisi darurat tersebut, kendaraan roda empat tetap dapat dialihkan sementara melintasi jalur Bendungan Lahor yang diawasi petugas,” tandasnya. (Adi)