Stok Solar Sulit Didapat, Distribusi Air Bersih di Sampang Terancam Macet
SAMPANG, FaktualNews.co – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Sampang dikeluhkan para pemilik mobil tangki air.
Kondisi tersebut dinilai menghambat distribusi air bersih kepada masyarakat yang saat ini sangat membutuhkan pasokan air di tengah musim kemarau.
Salah satu pemilik mobil tangki air di Sampang, Ahmad, mengaku kesulitan memperoleh solar setiap kali hendak mengisi bahan bakar.
Menurutnya, antrean di stasiun pengisian kerap berlangsung selama berjam-jam, bahkan tidak jarang ia pulang tanpa mendapatkan solar karena stok telah habis.
“Kalau mau mengisi solar selalu antre terus seperti itu. Kadang harus menunggu berjam-jam, bahkan sering tidak kebagian karena solar sudah habis,” ujar Ahmad, Selasa (28/7/2026).
Ia menilai kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pekerjaannya sebagai penyedia jasa distribusi air bersih. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengantarkan air pesanan warga justru habis untuk mengantre di SPBU.
“Kalau selalu mengantre seperti ini terus, kapan kami bisa bekerja mengantarkan air pesanan warga,” keluhnya.
Menurut Ahmad, kebutuhan air bersih saat musim kemarau meningkat signifikan sehingga mobil tangki air dituntut beroperasi lebih intensif.
“Namun, keterbatasan pasokan solar membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu,” tuturnya.
Ia berharap distribusi BBM jenis solar di Sampang dapat kembali normal agar para pengusaha mobil tangki air tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.
“Kami berharap pengisian solar bisa normal kembali, sehingga distribusi air kepada masyarakat tidak terkendala,” pintanya.
Hal serupa juga dialami pemilik mobil tangki lainnya, Mashur, mengaku harus bersabar menghadapi antrean panjang setiap kali hendak mengisi solar. Menurutnya, kondisi tersebut sudah menjadi rutinitas akibat terbatasnya pasokan BBM bersubsidi.
“Ya harus sabar, mau gimana lagi. Sekarang kalau mau dapat solar memang harus antre lama,” katanya.
Ia mengungkapkan, untuk meningkatkan peluang mendapatkan solar, dirinya berangkat ke SPBU sekitar pukul 05.00 WIB. Bahkan sebelum mobil tangki pengangkut BBM tiba di SPBU, ia sudah lebih dulu mengantre bersama kendaraan lainnya.
“Sebelum solar datang ke SPBU saya sudah mengantre duluan supaya bisa kebagian. Kadang meskipun isi tangki mobil saya belum benar-benar habis, tetap saya isi sampai penuh. Kalau menunggu sampai kosong, nanti malah tambah bingung karena belum tentu bisa dapat solar,” ujarnya.
Mashur menilai kondisi kelangkaan solar saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pasokan solar kini semakin sulit diperoleh sehingga para sopir dan pemilik kendaraan operasional tidak memiliki banyak pilihan selain mengantre lebih lama.
“Stok BBM solar sekarang memang sulit, tidak seperti tahun sebelumnya. Jadi saya rela mengantre panjang demi mendapatkan solar supaya kendaraan tetap bisa beroperasi,” pungkasnya.


