Ngaku Dokter, Terduga Penipu di Situbondo yang Digerebek Ojol juga Perdayai Oknum TNI
SITUBONDO, FaktualNews.co – Rima (32), terduga pelaku penipuan terhadap pengemudi ojek online (ojol) dan belasan korban lain akhirnya ditangkap. Wanita muda asal Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo ini diamankan bersama teman prianya saat hendak check-in di sebuah hotel di Kota Situbondo, Kamis (23/7/2026).
Dalam melancarkan aksinya, Rima diduga menghalalkan segala cara. Bahkan, demi mengeruk keuntungan pribadi, ia pernah menyamar sebagai seorang dokter dan berhasil menipu seorang anggota TNI hingga merugi Rp37 juta.
Korban tersebut adalah Nanang, seorang anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Malang. Nanang mengaku telah menjadi korban penipuan Rima sejak pertengahan tahun 2025.
“Saya ditipu oleh Rima hingga rugi sekitar Rp37 juta. Sejak tahun 2025, Rima sudah tidak pernah merespons saat saya hubungi. Nomor teleponnya juga sering berubah-ubah,” ujar Nanang saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (23/7/2026).
Nanang menceritakan, perkenalannya dengan Rima bermula dari media sosial. Saat itu, Rima yang menghubungi dirinya terlebih dahulu dengan mengaku sebagai seorang dokter. Korban semakin percaya karena Rima mengetahui nama-nama senior di kesatuannya.
“Rima menghubungi saya pertama kali dan mengaku sebagai dokter. Saya tambah yakin karena dia bisa menyebutkan nama-nama kakak tingkat saya, bahkan sampai tahu nama istri mereka. Karena itu kami jadi akrab, bahkan keluarga Rima juga pernah menemui saya,” kata Nanang.
Setelah hubungan komunikasi mereka semakin dekat, Rima mulai menawarkan perabotan rumah tangga yang sistem pembayarannya bisa dicicil setiap bulan. Namun, setelah uang ditransfer hingga puluhan juta rupiah, barang yang dijanjikan tidak kunjung datang.
“Uang saya sudah masuk puluhan juta. Kadang bayar Rp1 juta per bulan, dan transferan terakhir itu Rp11 juta. Semua bukti percakapan dan bukti transfer masih saya simpan. Saya memang belum membuat laporan resmi ke polisi karena masih sibuk kedinasan,” jelasnya.
Penasaran dengan keberadaan pelaku, Nanang sempat mendatangi keluarga Rima di Kabupaten Jember. Namun mengejutkan, pihak keluarga justru sudah tidak mengakuinya sebagai saudara karena Rima kerap tersandung kasus penipuan.
“Ada juga anggota TNI di Jember yang sempat diakui Rima sebagai saudaranya. Begitu saya datangi, mereka malah menyuruh agar Rima dipidanakan saja. Parahnya lagi, Rima sempat menyebarkan isu kepada orang lain bahwa saya adalah tunangannya. Modus itu sengaja dia gunakan untuk melancarkan aksi penipuan berikutnya,” pungkasnya.


