Petunjuk Anjing Temukan Jasad Pertapa di Lereng Bukit Kendit Situbondo
SITUBONDO, FaktualNews.co – Seorang pertapa bernama Mashuri (50), warga Desa Balung, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, ditemukan meninggal dunia di lereng perbukitan Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Jumat (31/7/2026).
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Edi Tohari (47), seorang penjaga Asta Sumbersuko, Dusun Krajan, Desa Kukusan. Saat ditemukan, posisi tubuh korban dalam keadaan tertelungkup di lereng bukit yang terjal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dikenal sering melakukan ritual tirakat dan berpuasa di kawasan Asta Sumbersuko. Setiap dua hari sekali, korban biasanya turun membawa jeriken berkapasitas lima liter untuk mengambil air di Sumber Urip, sumber air yang diyakini warga setempat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
“Sebelum ditemukan meninggal di lereng perbukitan, korban sekitar pukul 08.00 WIB masih terlihat beraktivitas di sekitar asta,” ujar Edi Tohari, Jumat (31/7/2026).
Edi menceritakan, penemuan jasad korban bermula dari kecurigaannya terhadap gerak-gerik seekor anjing yang terus berjalan naik turun lereng bukit. Penasaran dengan tingkah anjing tersebut, Edi memutuskan untuk membuntutinya hingga ke area perbukitan.
“Saya curiga dengan anjing yang naik turun itu, jadi langsung saya ikuti. Setelah diikuti, ternyata saya menemukan Mashuri sudah dalam kondisi meninggal dunia,” beber Edi.
Karena merasa takut, Edi langsung memberi tahu warga sekitar sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kendit.
Mendapat laporan warga, petugas kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban. Jenazah kemudian dibawa ke kamar mayat RSU dr. Abdoer Rahem Situbondo untuk menjalani pemeriksaan medis.
Kapolsek Kendit, Iptu Sugiono, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan luar oleh tim medis, ditemukan adanya luka di bagian leher korban. Korban diduga kuat meninggal akibat terpeleset saat mendaki lereng bukit yang memiliki kemiringan ekstrem sekitar 45 derajat.
“Dugaan sementara, korban terpeleset dan terjatuh saat hendak naik ke perbukitan di Dusun Krajan, Desa Kukusan,” kata Iptu Sugiono.
Meski demikian, pihak kepolisian tidak melakukan otopsi lebih lanjut karena adanya penolakan dari pihak keluarga. “Karena pihak keluarga menolak untuk diotopsi, jenazah korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Iptu Sugiono.


