JOMBANG, FaktualNews.co – Banjir luapan akibat intensitas hujan tinggi merendam dua desa di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada Rabu (25/3/2026) dini hari. Hingga siang hari, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Jombang dan sekitarnya sejak Selasa (24/3/2026) sore. Luapan air dipicu oleh drainase pertanian di Desa Pandanblole yang tidak mampu menampung debit air, sehingga meluber ke permukiman warga.

Dua wilayah terdampak yakni Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung dan Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso. Air menggenangi halaman rumah serta akses jalan desa.

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevy Maria, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tesebut pihaknya mengaku sudah terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen.

“Kami menerima laporan dari warga, kemudian tim langsung kami berangkatkan untuk melakukan assessment dan koordinasi dengan perangkat desa setempat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian muka air (TMA) bervariasi. Di dalam rumah warga, air mencapai 5 hingga 10 sentimeter, sedangkan di jalan desa berkisar antara 5 hingga 50 sentimeter.

Menurut Pepy sapaan akrabya, banjir tersebut berdampak pada sekitar 50 rumah dengan total 60 kepala keluarga atau 240 jiwa terdampak.

“Untuk sementara data yang kami himpun, ada sekitar 50 rumah terdampak dengan total 60 KK atau 240 jiwa. Namun tidak ada kebutuhan mendesak yang dilaporkan warga,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kondisi terkini menunjukkan tren penurunan debit air.
“Kondisi saat ini air sudah mulai surut dan terus kami pantau perkembangan di lapangan,” katanya.

BPBD Jombang bersama perangkat desa dan masyarakat setempat masih terus melakukan pemantauan serta koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.