SITUBONDO, FaktualNews.co – Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai berdampak pada sektor ekonomi mikro di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Saat ini, sejumlah pedagang kaki lima di Kota Situbondo, mulai mengeluhkan lonjakan harga plastik kemasan yang naik drastis hingga 70 persen dari harga normal.

Vita, salah seorang pedagang es di Kota Situbondo, mengaku terkejut dengan kenaikan serentak seluruh barang berbahan plastik tersebut.

“Saat belanja, ternyata semua yang berbahan plastik semuanya naik. Bukan hanya gelas plastik, plastik yang setengah kiloan juga naik. Biasanya Rp4 ribu naik menjadi Rp7 ribu,” ujar Vita, saat ditemui di lapaknya, Senin (6/4/2026).

Hal senada juga disampaikan Aisyah, salah seorang  pedagang air mineral di Alun-alun Kota Situbondo, mengingat harga air mineral kemasan botol plastik 600 mililiter biasanya per dus Rp30 ribu naik menjadi Rp41 ribu.

“Karena harganya mulai naik, sehingga saya menaikkan harga eceran, mengingat kalau dijual seperti harga sebelumnya bisa rugi. Selain itu, harga styrofoam juga naik. Per biji biasanya Rp200 naik menjadi Rp500,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Perdagangan pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Chandra Dewi mengatakan, kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak awal April 2026.

“Kenaikan harga plastik karena terganggunya pasokan plastik, dampak dari perang antara Iran vs Amerika dan Israel, karena bahan baku plastik berasal dari Timur Tengah seperti di Iran,” bebernya.

Lebih jauh Chandra menegaskan, pemerintah tidak bisa mengintervensi kenaikan harga plastik, karena kenaikan itu merupakan efek domino global yang salah satunya berdampak pada kenaikan harga plastik.

“Kenaikan harga barang berbahan plastik tidak bisa dihindari ya, karena ini dampak dari konflik Timur Tengah, sedangkan Indonesia salah satu negara pengimpor plastik dari Iran,” pungkasnya.