Terdampak Bencana, Kades Barongsawahan Jombang Ajukan Program Jembatan Perintis Garuda
JOMBANG, FaktualNews.co-Penantian panjang warga Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jembatan yang runtuh di desanya nampaknya tak lama lagi terwujud.
Demikian ini, karena Kades Barongsawahan, Iman Saputro, telah mengajukan pembangunan jembatan melalui Program Jembatan Perintis Garuda pemerintah pusat yang diprakarsai Presiden Prabowo Subianto.
Program ini berfokus pada memperkuat konektivitas di wilayah pelosok atau terisolasi agar masyarakat mudah mengakses fasilitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Dilaksanakan secara masif melalui program Karya Bakti TNI AD dan Kodim setempat, yang bergotong royong bersama masyarakat.
Kepala Desa Barongsawahan, Iman Saputro mengatakan, pengajuan pembangunan jembatan Barongsawahan yang runtuh akibat bencana banjir itu dikirim ke pemerintah pusat melalui Dinas PUPR Jombang.
“Atas perintah Abah Bupati, proposal kami titipkan ke PUPR Jombang,”ujar Iman Saputro Kamis (21/5/2026) di ruang kerjanya.
Lebih lanjut Iman Saputro mengatakan, pengajuan tersebut langsng dikawal Bupati Jombang, Warsubi. “Insya Allah tahun ini realisasi, bahkan Abah Warsubi sewaktu-waktu mengajak saya ke Jakarta ngurusi pengajuan proyek tersebut,” kata Asep panggilan akrab Iman Saputro.
“Semoga saja jembatan yang lama runtuh ini segera terbangun melalui Porogram Jembatan Perintis Garuda ini,”pungkas Bang Asep.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya sudah hampir sewindu jembatan Sungai Konto di Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, ambles akibat luapan air sungai. Namun, hingga kini masih dibiarkan terbengkalai.
Karena jembatan yang membentang di atas Sungai Konto tersebut sudah membahayakn dilewati, akses jalan warga Dusun Sawahan, harus memutar sekitar 1,5 Km, untuk keluar dusun.
Selain itu, amblesnya jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter tersebut, membuat jarak atau hubungan antara warga Dusun Sawahan dengan warga Dusun Jayan, Desa Barongsawahan, terasa jauh.
Warga juga harus mengeluarkan ongkos tambahan saat panen jika menggunakan angkutan umum carteran. Hal ini karena harus berputar lebih jauh.
Yang lebih membahayakan, meski kondisinya saat ini semakin mengkhawatirkan. Jembatan tersebut hingga kini warga setempat masih ada yang nekat melewati terutama anak-anak setempat sebagai akses jalan pulang pergi sekolah.


