TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Ratusan kursi Kepala Sekolah di Kabupaten Tulungagung saat ini diisi Pelaksana Tugas (Plt). Sejumlah guru yang sudah memiliki sertifikat diklat kepala sekolah jadi prioritas untuk sebagai kepala sekolah definitif.

Plt Kelala Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Fajar Widariyanto mengatakan, pengisian jabatan kepala sekolah definitif tengah berproses.

Saat ini sebanyak 139 jabatan kepala sekolah di Tulungagung diisi Plt.

“Setelah kekosongan jabatan kepala sekolah kemarin, memang diisi Plt dahulu agar operasional sekolah tidak terganggu salah satunya untuk mengatasi pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan penandatanganan ijazah,” kata Fajar Widariyanto, Senin (1/6/2026).

Terkait pengisian definitif, saat ini pihaknya telah melakukan inventarisir terhadap guru-guru yang layak menjabat sebagai kepala sekolah.

Hanya saja untuk pengisian jabatan kepala sekolah definitif akan lebih memprioritaskan guru yang sudah mengikuti diklat dan memiliki sertifikat diklat kepala sekolah.

Saat ini masih sebanyak 18 guru di Tulungagung dari jenjang SD maupun SMP yang sudah mengikuti diklat dan memiliki sertifikat diklat kepala sekolah. Sedangkan sisanya, tengah didorong untuk untuk segera mengikuti diklat Kepala Sekolah.

“Kami sudah melakukan inventarisir guru yang layak menjabat sebagai kepala sekolah dan telah kami usulkan ke Plt bupati. Prioritasnya bagi guru yang sudah ikut diklat dan mendapat sertifikat diklat kepala sekolah,” ungkapnya.

Fajar menyebut, bagi belasan guru yang sudah memiliki sertifikat diklat kepala sekolah, nantinya akan diangkat sebagai kepala sekolah definitif terlebih dahulu.

Ditargetkan pengangkatan jabatan kepala sekolah definitif ini bisa dilakukan secepatnya sesuai arahan Plt Bupati Tulungagung.

Sedangkan jabatan kepala sekolah yang masih diisi Plt dan berakhir pada Mei 2026 akan diperpanjang selama 3 bulan lagi sembari menunggu guru yang telah mengikuti diklat kepala sekolah.

Harapannya jabatan 139 kepala sekolah bisa terisi secara definitif pada tahun 2026.

“Kami inginnya yang terbaik, kalau bisa tahun 2026 sudah terisi definitif semua demi kebaikan jalannya pendidikan di Tulungagung,” pungkasnya. (Isal).