TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Penyaluran beras dan minyak goreng program Bantuan Pangan (Banpang) periode Februari dan Maret 2026 di Tulungagung ditargetkan tuntas pada akhir bulan Juni 2026. Saat ini, penyalurannya sudah mencapai lebih dari 57 persen dari total target penerima manfaat.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, penyaluran bantuan pangan ini telah diperpanjang menyusul adanya surat resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Awalnya, program Banpang ditargetkan selesai pada akhir bulan Mei 2026 kemarin, namun sesuai adanya surat resmi dari Bapanas itu, penyaluran diperpanjang sampai akhir bulan Juni 2026,” kata Yonas Haryadi Kurniawan, Senin (22/6/2026).

Selain karena ada keterlambatan kemasan, masa penyaluran juga menyesuaikan waktu agar tidak berbenturan dengan panen raya. Itu dilakukan untuk menghindari penurunan harga gabah atau beras di tingkat petani.

Namun memasuki musim tanam saat ini, penyaluran Banpang bisa menjadi stimulus untuk menstabilkan harga sekaligus meringankan ekonomi rakyat. Pihaknya turut berupaya untuk mempercepat penyaluran Banpang sesuai tarhet.

“Penyaluran diperpanjang karena adanya masalah teknis yakni keterlambatan distribusi kemasan, sekaligus menyesuaikan waktu penyaluran agar tidak berbenturan dengan panen raya,” ungkapnya.

Secara rinci, realisasi penyaluran Banpang di empat wilayah kerja Cabang Perum Bulog Tulungagung telah mencapai lebih dari separuh target. Diketahui, total target di Tulungagung, Trenggalek, Blitar Kota dan Kabupaten sebesar 465 ribu PBP dengan total 9.277 ton beras dan 1.855.480 liter minyak goreng.

Artinya, penyaluran banpang pada empat wilayah kerja telah tersalurkan kepada 260 ribu PBP atau sekitar 55,72 persen. Sedangkan di Tulungagung sendiri, targetnya sebanyak 150 ribu PBP dan telah tersalurkan bagi 85 ribu PBP atau sekitar 57 persen dari total target keseluruhan.

“Satu PBP itu dapat 20 kilogram beras medium dan 4 liter minyak goreng untuk penyaluran bulan Februari dan Maret 2026,” ujarnya.

Yonas menyebut, tim lapangan, perangkat desa, dan pihak kelurahan telah berkoordinasi secara intensif untuk mempercepat sisa penyaluran kepada 65 ribu PBP. Jadwal pembagian di setiap titik lokasi seperti Balai Desa/Kelurahan telah ditetapkan, dan surat undangan bagi penerima sudah didistribusikan.

“Saat ini penyaluran Banpang hanya tinggal menunggu jadwal yang telah disusun oleh tim lapangan. Maka dari itu kami optimis bisa selesai pada akhir Juni 2026,” pungkasnya.