JOMBANG, FaktualNews.co – Masyarakat, khususnya para pencari kerja, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan berkedok lowongan pekerjaan (loker) yang beredar di media sosial. Salah satu pencari kerja di Kabupaten Jombang nyaris menjadi korban setelah merespons unggahan loker di grup Facebook Loker Jombang Update.

Korban mengaku awalnya melihat unggahan dari akun Facebook bernama “Quen Lita” yang menawarkan lowongan bagi lima tenaga kerja wanita untuk ditempatkan di salah satu perusahaan di Jombang.

Namun, unggahan tersebut tidak mencantumkan identitas perusahaan secara jelas maupun brosur resmi. Pelaku hanya menyertakan tulisan singkat disertai foto tampak depan sebuah pabrik.

Korban yang memang sedang aktif mencari pekerjaan mengaku tertarik karena sebelumnya telah mengirimkan lamaran dan curriculum vitae (CV) ke perusahaan tersebut melalui jalur resmi.

“Awalnya saya melihat postingan di grup Facebook Loker Jombang Update. Karena terlihat meyakinkan dan menjanjikan proses yang cepat, saya langsung menghubungi akun tersebut melalui inbox Facebook,” ujar korban yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dalam percakapan melalui pesan pribadi, pelaku meminta data identitas beserta foto korban dengan alasan untuk melengkapi persyaratan administrasi. Tanpa menaruh curiga, korban memenuhi permintaan tersebut.

Namun, kecurigaan mulai muncul ketika pelaku menyampaikan bahwa korban dapat diterima bekerja dengan syarat yang disebut sebagai HS.

Semula korban mengira HS merupakan singkatan dari bagian atau posisi tertentu di perusahaan. Akan tetapi, setelah ditanyakan lebih lanjut, pelaku justru mengaku bahwa HS yang dimaksud adalah syarat untuk melakukan hubungan seksual.

“Saya sempat kaget dan marah saat mengetahui syaratnya ternyata seperti itu. Pelaku bahkan berdalih bahwa itu merupakan persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa diterima bekerja,” ungkap korban.

Menyadari bahwa dirinya menjadi sasaran penipuan sekaligus dugaan pelecehan seksual, korban segera menarik foto yang telah dikirim, memblokir akun pelaku, dan menghentikan seluruh komunikasi.

FaktualNews.co telah berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan yang namanya dicatut dalam unggahan lowongan kerja tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi lowongan pekerjaan melalui kanal resmi perusahaan dan tidak mudah memberikan data pribadi maupun memenuhi permintaan yang tidak wajar dari pihak yang mengatasnamakan perekrut kerja.(KabarJombang.com)