LAMONGAN, FaktualNews.co-Karena dianggap keluarganya mengalami gangguan jiwa usai menekuni ilmu kanuragan (kebal), selama 20 tahun ditempatkan dalam sangkar atau kurungan besi berukuran ‘mini’. Akhirnya, Sukirno alias Mbah Kirno (60), warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, dibebaskan anggota Polres Lamongan Ipda Purnomo.

Kondisi Mbah Kirno dalam kurungan besi sempat beredar di media sosial (medsos) dan viral, sehingga membuat Ipda Purnomo yang dikenal sering membantu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) lantas berinisiatif membantu.

“Bukan keluarga, awalnya itu ada netizen (warganet) yang minta supaya saya menolong Mbah Kirno. Malah pihak keluarga itu menolak awalnya, karena takut membahayakan,” ungkap Pak Pur, sapaan Ipda Purnomo, Minggu (1/2/2026).

Bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi miliknya yang beralamat di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan. Pak Pur memang sudah terbiasa dalam menolong dan juga menangani penderita ODGJ.

Oleh karenanya, Ipda Purnomo lantas berusaha meyakinkan pihak keluarga bahwa Mbah Kirno bakal coba disembuhkan dengan cara dibawanya ke Lamongan.

Selain meminta izin dari pihak keluarga, Pak Pur juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan aparat kepolisian setempat, petugas kesehatan, hingga perangkat desa, saat Mbah Kirno dikeluarkan dari kurungan yang membelenggu.

“Adiknya awalnya menolak, yang tinggal bersama (berada satu rumah), tapi saya juga menghubungi mantan istri dan anaknya untuk meminta izin. Saya yakinkan mereka, optimistis yang bersangkutan bisa sembuh,” kata Pak Pur.

Setelah izin dikantongi, Pak Pur mengatakan, dia lantas mendatangi tempat Mbah Kirno dikurung bersama pihak terkait, tidak lupa mengajak perangkat desa.

Menurut dia, saat itu rombongan mendapati Mbah Kirno sedang berada di dalam kurungan yang di tempatkan di belakang rumah.

“Dikurung dengan alasan tidak boleh menginjak tanah, sebab punya ilmu kebal. Sempat diobati oleh keluarga tapi mungkin tidak berhasil, dengan Mbah Kirno kembali pulang dan marah, mengamuk, sehingga kemudian dikurung” ujar Pak Pur.

Kemudian, disaksikan warga dan perangkat desa, Pak Pur dan pihak kepolisian setempat melepaskan Mbah Kirno dari dalam kurungan.

Oleh petugas kesehatan, Mbah Kirno lantas diberi bantuan pengobatan hingga saat ini sudah berada di tempat tinggal Pak Pur dan Yayasan Berkas Sinar Abadi di Lamongan.

“Sudah empat harian di sini, semenjak kami datangi rumahnya. Saya berpendapat masih ada harapan bisa sembuh, karena saya melihat kesadaran yang bersangkutan masih ada. Hanya memang butuh latihan dan kesabaran,” katanya.

Pak Pur mengatakan, usai dilepas dari kurungan, Mbah Kirno sempat dimandikan bersama-sama. Baru kemudian diberi obat penenang petugas kesehatan, untuk selanjutnya dibawa menuju Lamongan.

Selama empat hari di bawah binaan Pak Pur yang di Polres Lamongan menjabat sebagai Kepala Unit Binpolmas Satbinmas, Mbah Kirno kini sudah mulai bisa diajak berkomunikasi.

Bahkan, melalui pelatihan yang diberikan, Mbah Kirno dapat melantunkan adzan dan mengaji.

“Rencananya hari ini akan dilakukan ruyah. Karena pada dasarnya, saya juga tidak terlalu percaya dengan ilmu-ilmu seperti itu. Selain komunikasi sudah mulai lancar, Alhamdulillah juga bisa adzan dan mengaji meski dengan lantunan lama (belum begitu sempurna),” kata Pak Pur.

Selain menyentuh sisi rohani, Pak Pur menjelaskan, juga tetap melakukan pengobatan medis dan juga pelatihan fisik kepada Mbah Kirno.

Salah satu di antaranya, Mbah Kirno diajak melakukan senam pagi dan membaur bersama 395 ODGJ di bawah binaan Yayasan Berkas Bersinar Abadi.

“Ini (pagi) tadi juga ikut olahraga bersama yang lain. Alhamdulillah, dari sebelumnya hanya 10 langkah, kini sudah bisa atau kuat 100-an langkah,” ujarnya.

Pak Pur mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga bahwa selama Mbah Kirno belum dalam kondisi sembuh, maka tetap akan bersama dirinya.

Namun, dia meyakini bahwa Mbah Kirno masih bisa sembuh dengan pengobatan dan pelatihan yang akan terus dilakukan.

“Selain rukyah, pengobatan medis akan terus kami lakukan. Sebab, di yayasan kami kan juga ada dokter yang menangani. Juga pelatihan-pelatihan lain, sehingga Mbah Kirno bisa sembuh, tidak lagi membahayakan seperti yang dikatakan adik dan keluarganya,” ujar Pak Pur.

“Anaknya yang masih komunikasi lewat Whatsapp. Tetap saya katakan, selama Mbah Kirno belum sembuh akan saya rawat. Tapi mohon kalau nantinya ditakdir sembuh dan tidak lagi seperti sebelumnya agar dirawat karena bagaimana pun dia adalah orangtuanya dan dia (anaknya Mbah Kirno) memahami itu,” katanya lagi.