Jelang Idul Fitri, Jajanan Kembang Goyang Khas Jombang Diburu hingga Luar Kota
JOMBANG, FaktualNews.co-Di tengah menjamurnya camilan modern, jajanan tradisional Nusantara tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Salah satunya adalah kue kembang goyang, yang juga dikenal dengan sebutan kue antari. Memasuki tahun 2026, eksistensi kudapan renyah ini justru semakin kuat, terutama saat Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Di Kabupaten Jombang, usaha kue kembang goyang rumahan milik Ika Trisna Savitri masih terus bertahan dan berkembang. Berlokasi di Dusun Jagalan, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, usaha keluarga yang telah dirintis sejak 1996 itu dikenal konsisten menjaga kualitas rasa.
Vivi, sapaan akrab Ika Trisna Savitri, menjelaskan bahwa nama kembang goyang berasal dari bentuknya yang menyerupai bunga serta teknik pembuatannya.
Adonan dicetak menggunakan cetakan khusus lalu digoreng sambil digoyang hingga terlepas, menghasilkan tekstur yang renyah tanpa menyerap banyak minyak.
“Walaupun digoreng, hasilnya tetap ringan dan tidak berminyak. Itu yang membuat rasanya gurih dan enak saat digigit,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Awalnya, kue kembang goyang identik sebagai suguhan dalam acara hajatan seperti pernikahan dan khitanan. Namun kini, camilan tersebut semakin populer sebagai teman bersantai sehari-hari karena rasanya yang khas dan harganya yang ramah di kantong.
Untuk mengikuti perkembangan selera pasar, Vivi bersama keluarganya menghadirkan variasi rasa dan warna agar tampil lebih menarik, khususnya bagi kalangan anak muda. Strategi tersebut terbukti efektif memperluas jangkauan pemasaran.
Tak hanya dipasarkan di wilayah Jombang, kue produksi warga Jagalan ini juga telah dikirim ke sejumlah kota lain, termasuk Jakarta. Permintaan biasanya melonjak drastis saat Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Dalam satu kali proses produksi, adonan yang dibuat mampu menghasilkan sekitar empat kilogram kue atau setara 20 kemasan. Produk tersebut dijual dengan harga Rp12.000 untuk kemasan 200 gram dan Rp7.000 untuk ukuran 80 gram.
Sementara bagi reseller dengan minimal pembelian 50 bungkus, diberikan harga khusus Rp11.000 per kemasan. Untuk pembelian dalam jumlah kilogram, dibanderol sekitar Rp50.000.
Salah seorang pelanggan, Sugiono, mengaku rutin memesan lebih awal agar tidak kehabisan menjelang Lebaran. Menurutnya, kombinasi rasa gurih dan manis yang seimbang menjadi daya tarik utama kue tersebut.
“Teksturnya sangat renyah, manisnya pas dan gurihnya terasa. Saya selalu pesan jauh-jauh hari supaya aman untuk sajian Lebaran,” katanya.
Selain cita rasa, bentuknya yang menyerupai kelopak bunga dengan warna-warna menarik juga menjadi nilai tambah di mata konsumen.
Dengan mempertahankan cara produksi tradisional sekaligus berinovasi mengikuti tren, kue kembang goyang buatan warga Jagalan ini terus menjadi primadona di tengah persaingan industri kuliner modern.


