BONDOWOSO, FaktualNews.co-Sebuah rumah milik Rizqi Setiawan (35), seorang jurnalis (wartawan) asal Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso menjadi sasaran pencurian pada Kamis (19/12/2024) sekitar pukul 10 pagi. Dalam kejadian tersebut, pelaku berhasil menggasak seluruh perhiasan emas yang ada di dalam rumah, termasuk celengan milik putri korban.

Menurut keterangan adik korban, Riska Dina Lutfiah, sekitar 30 gram emas hilang dari rumahnya. Pelaku diketahui hanya mengambil emas dan uang tunai, sementara barang-barang elektronik seperti laptop dan televisi masih utuh di tempatnya.

“Celengan keponakan juga turut diambil, dan saya sangat kasihan melihatnya. Setiap hari dia senang menabung, tapi kini semuanya hilang begitu saja,” ujar Riska dengan nada sedih, Jumat (20/12/2024).

Ia menyebut, celengan senilai Rp1,5 juta tersebut rencana akan digunakan keponakannya untuk berangkat ibadah umroh.

Riska juga menyampaikan bahwa peristiwa baru diketahui sore hari. Pasalnya, saat korban sampai di rumahnya usai bekerja, rumah korban sudah dalam keadaan berantakan dengan semua isi lemari dikeluarkan pelaku. Selain itu, beberapa barang milik keluarga, termasuk celengan anak kecil, ikut hilang.

“Saya rapikan lemari tadi, tapi semuanya sudah diacak-acak malingnya,” tambahnya.

Alumnus UIN Khas Jember itu mengaku, keluarganya sudah melapor pada Aparat Penegak Hukum (APH).

Pihak kepolisian Polres Bondowoso sendiri langsung turun tangan setelah kejadian ini. Tim Inafis dan Buser telah mengunjungi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

IPDA Bobby Dwi Siswanto, Humas Polres Bondowoso, mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung.

“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengambil sidik jari. Hingga saat ini, pelaku belum berhasil ditemukan,” ujarnya.

Meski demikian, Riska berharap pelaku segera tertangkap agar kejadian serupa tidak terulang. Sampai saat ini, pihak kepolisian terus berupaya mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Akibat kejadian ini, kerugian korban ditaksir mencapai Rp30 juta.

Dengan adanya insiden tersebut, warga Desa Taman diharapkan lebih waspada terhadap potensi ancaman kejahatan di lingkungan mereka.