KEDIRI, FaktualNews.co – Dzuriyah Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Gus Hery Haryanto Azumi, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya membawa misi regenerasi, reformasi, dan perubahan kepemimpinan bagi organisasi Nahdlatul Ulama di abad keduanya.

Kesiapan tersebut disampaikan Gus Hery saat menghadiri acara bedah buku bertajuk
“Urgensi Regenerasi Kepemimpinan Baru Abad Kedua NU” karya Samsul Muarif di Kabupaten Kediri, Minggu (21/6/2026).

Mantan Ketua Umum PB PMII periode 2005-2007 ini menegaskan bahwa dirinya siap apabila mendapat amanah serta dorongan dari para kiai, sahabat, maupun elemen warga Nahdliyin.

​”Saya sebagai bagian dari anak muda NU yang diminta para senior dan para kiai untuk berani berikhtiar. Insya Allah saya siap jika dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU,” tegas Gus Hery.

​Gus Hery menekankan bahwa isu regenerasi dan pembaruan kepemimpinan adalah langkah mutlak untuk melayani jutaan jamaah NU dengan lebih baik. Semangat ini pun menguat seiring dengan perhelatan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Ponpes Ploso, Kediri, yang berlangsung sejak Sabtu, 20 Juni 2026.

Saat bersilaturahmi dengan pengasuh Ponpes Ploso, KH Fahim Royani, Gus Hery mendapat pesan mendalam mengenai kriteria pemimpin NU masa depan.

​”Beliau berpesan kepada kami, NU membutuhkan pemimpin yang lahir dari tradisi santri, memahami pesantren, tetapi sekaligus mengerti politik, ekonomi, hubungan internasional, perkembangan teknologi, dan memiliki jejaring global yang kuat,” jelasnya.

​Merespons pencalonan Gus Hery, cendekiawan muda NU, Samsul Muarif, menilai bahwa sosok tersebut adalah representasi intelektual muda yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan tantangan global.

“NU membutuhkan kader yang mampu menjadi arsitek peradaban masa depan. Sosok seperti Gus Hery menjadi salah satu contoh generasi yang lahir dari tradisi pesantren namun mampu berkiprah di tingkat yang lebih luas,” ungkap Samsul Muarif.