Rekap Sementara SPMB 2026, Tiga SD di Tulungagung Nihil Siswa Baru
TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Hasil sementara pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Tulungagung menunjukkan masih ada sejumlah sekolah dasar (SD) yang minim peminat. Bahkan, tiga sekolah tercatat tidak memperoleh siswa baru sama sekali.
Kondisi tersebut diduga dipengaruhi minimnya jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah tertentu, ditambah faktor geografis yang membuat akses menuju sekolah relatif terbatas.
Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan rekapitulasi hasil SPMB 2026 masih terus dilakukan sehingga data masih berpotensi berubah.
“Dari total 634 SD negeri dan swasta yang menyelenggarakan SPMB, sementara ini ada tiga sekolah yang tidak mendapatkan siswa baru,” ujar Rifka, Selasa (14/7/2026).
Ketiga sekolah tersebut yakni SD Swasta Dlodo di Kecamatan Pucanglaban, SDN 4 Besuki di Kecamatan Besuki, dan SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo.
Menurut Rifka, SD Swasta Dlodo memang telah direncanakan ditutup oleh pihak yayasan karena tidak lagi memiliki tenaga pendidik dan jumlah siswanya terus menurun. Saat ini hanya tersisa dua siswa kelas V yang kemudian dipindahkan ke sekolah lain.
Sementara itu, SDN 4 Besuki tidak menerima siswa baru karena di wilayah tersebut tahun ini tidak terdapat anak yang memasuki usia sekolah dasar.
“Kalau SDN 4 Besuki, kebetulan memang tidak ada anak usia SD yang masuk sekolah tahun ini,” jelasnya.
Meski tidak menerima peserta didik baru, kegiatan belajar mengajar di SDN 4 Besuki tetap berlangsung karena sekolah tersebut masih memiliki delapan siswa aktif.
Selain tiga sekolah yang nihil siswa baru, Disdik juga mencatat ada tiga SD yang hanya memperoleh siswa baru dalam jumlah sangat sedikit, bahkan kurang dari lima orang.
Ketiga sekolah tersebut yakni SDN 2 Sembon, Kecamatan Karangrejo, yang hanya menerima satu siswa baru, SDN 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, menerima dua siswa baru, serta SDN Pucung, Kecamatan Ngantru, yang juga memperoleh dua siswa baru.
“SDN 2 Sembon mendapat satu siswa baru, SDN 2 Plandaan dua siswa baru, dan SDN Pucung dua siswa baru,” pungkas Rifka.


