SMAN 1 Kapongan Siap Jadi Rintisan Sekolah Taruna Pertama di Situbondo
SITUBONDO, FaktualNews.co – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Kapongan, Selasa. Kunjungan tersebut sekaligus melihat kesiapan sekolah yang kini tengah bertransformasi menjadi Rintisan Sekolah Berbasis Taruna (RSBT).
Transformasi ini menjadi langkah strategis yang ditempuh sekolah untuk meningkatkan daya saing sekaligus membangkitkan kembali minat masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah rombongan belajar (rombel) di SMAN 1 Kapongan menurun drastis, dari 24 rombel menjadi hanya delapan rombel, meski sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
Kepala SMAN 1 Kapongan, Syaiful Bahri, bersama jajaran guru kemudian menggagas pembentukan RSBT sebagai upaya revitalisasi sekolah. Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Situbondo.
“Beberapa bulan lalu Pak Syaiful bersama tim menyampaikan konsep ini kepada saya. Menurut saya, RSBT merupakan solusi yang sangat rasional untuk menyelamatkan eksistensi SMAN 1 Kapongan,” ujar Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Dalam pengembangannya, SMAN 1 Kapongan menjalin kerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi. Kolaborasi tersebut dinilai selaras dengan potensi geografis Situbondo yang memiliki garis pantai sekitar 155 kilometer serta dikenal sebagai salah satu kawasan latihan militer.
Bupati berharap RSBT menjadi pijakan awal menuju sekolah taruna negeri yang mampu mencetak generasi muda berkarakter disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Program ini sangat strategis untuk membangun karakter generasi muda yang kuat, memiliki jiwa kepemimpinan, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati menyatakan akan memperjuangkan status rintisan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengingat kewenangan pengelolaan SMA berada di bawah pemerintah provinsi.
Ia juga mengapresiasi komitmen pihak sekolah dan komite yang tetap bergerak tanpa bergantung pada bantuan pemerintah, termasuk dalam penyediaan seragam peserta didik baru yang didukung oleh komite sekolah.
Ke depan, RSBT juga dirancang sebagai sekolah yang inklusif dengan memberikan kesempatan kepada siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi akademik dan fisik untuk mengikuti pendidikan berbasis ketarunaan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kapongan, Syaiful Bahri, menjelaskan bahwa proses pembentukan sekolah taruna dilakukan secara bertahap. Konsep yang diusung adalah Sekolah Taruna Bahari, menyesuaikan potensi wilayah Situbondo sebagai daerah pesisir.
“Melalui konsep ini kami ingin melakukan rebranding sekolah agar memiliki keunggulan yang tidak dimiliki sekolah lain. Nama RSBT sendiri saat ini hanya ada di SMAN 1 Kapongan,” ujarnya.
Menurut Syaiful, program rintisan sebenarnya telah dimulai sejak Februari lalu. Sekolah juga menjalin kemitraan dengan Lanal Banyuwangi, yang menugaskan personelnya secara rutin memberikan pembinaan kepada para siswa.
“Komandan Lanal Banyuwangi memberikan perhatian penuh terhadap program ini dengan menempatkan personel untuk mendampingi pelaksanaan pembinaan di sekolah,” jelasnya.
Selain pembinaan semi-militer, SMAN 1 Kapongan juga menjalin kerja sama dengan SMA Negeri Taruna Nala Malang sebagai referensi dalam penerapan sistem pendidikan dan pembinaan karakter.
Pada tahun pertama pelaksanaan, sekolah membatasi kuota peserta didik baru maksimal 30 siswa agar proses pembinaan lebih optimal. Hingga masa MPLS berlangsung, sekitar 20 siswa telah bergabung dalam program tersebut.
Untuk mendukung kegiatan ketarunaan, pembangunan sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap. Ruang kelas khusus telah siap digunakan, sementara sejumlah fasilitas pendukung seperti lintasan lari direncanakan akan dibangun pada tahap berikutnya.
“Jika program rintisan ini berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat, kami akan melanjutkan ke tahap berikutnya dengan mengajukan rekomendasi kepada Gubernur Jawa Timur agar SMAN 1 Kapongan dapat ditetapkan sebagai Sekolah Taruna Negeri,” pungkas Syaiful.


