TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tulungagung menggencarkan edukasi pencegahan HIV/AIDS di kalangan pelajar menyusul tingginya angka kasus pada kelompok usia remaja. Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 630 remaja di Tulungagung telah terinfeksi HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania, mengatakan jumlah tersebut mencapai 13,88 persen dari total 4.540 kasus HIV/AIDS yang tercatat di Kabupaten Tulungagung.

“Jumlah itu merupakan 13,88 persen dari total keseluruhan kasus HIV/AIDS di Tulungagung,” kata Ifada, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, edukasi kepada remaja menjadi langkah penting untuk membentengi mereka dari berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berpotensi menormalisasi perilaku berisiko.

Karena itu, KPA Tulungagung terus mengintensifkan program edukasi pencegahan HIV/AIDS melalui sekolah-sekolah. Materi yang diberikan meliputi bahaya seks bebas, kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga privasi tubuh, hingga penguatan kontrol diri.

“Kami telah memberikan edukasi kepada pelajar selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. Materinya meliputi pencegahan HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, dan kontrol diri,” ujarnya.

Selama pelaksanaan MPLS 2026, KPA telah menyasar dua sekolah tingkat SMA/SMK. Edukasi pertama digelar di SMAN 1 Campurdarat pada Senin (13/7/2026) dengan peserta sekitar 300 siswa baru.

Selanjutnya, pada Selasa (14/7/2026), kegiatan serupa dilaksanakan di SMKN 1 Boyolangu yang diikuti 840 siswa baru. Dengan demikian, total 1.140 pelajar telah memperoleh edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS selama kegiatan MPLS tahun ini.

Ifada berharap edukasi sejak dini mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap bahaya HIV/AIDS sekaligus mendorong mereka untuk menghindari perilaku berisiko.

“Harapan kami, upaya ini dapat menekan angka kasus HIV/AIDS di Tulungagung, khususnya di kalangan remaja,” pungkasnya.