Diduga Korsleting, Suzuki Carry Terbakar Saat Dipanaskan di Mojoagung Jombang
JOMBANG, FaktualNews.co – Sebuah mobil Suzuki Carry terbakar saat dipanaskan oleh pemiliknya di Dusun Dukuhmojo, Desa Mojolegi, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Selasa (14/7/2026) pagi. Berkat respons cepat petugas Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Mojoagung, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan maupun objek lain di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.35 WIB. Mobil Suzuki Carry bernomor polisi S 1565 WG milik Wahyu Agus (40) tiba-tiba mengeluarkan percikan api dari bagian mesin saat sedang dipanaskan.
Mengetahui hal itu, pemilik bersama warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api justru semakin membesar sehingga warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos Damkar Mojoagung.
Menerima laporan, petugas Pos Damkar Mojoagung langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam (fire pumper truck) ke lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman. Setelah sekitar 27 menit penanganan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.22 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting pada sistem kelistrikan atau baterai kendaraan. Akibat kejadian tersebut, satu unit Suzuki Carry mengalami kerusakan dengan nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.
Selama proses penanganan, petugas Damkar juga berkoordinasi dengan Polsek Mojoagung, perangkat desa, dan warga setempat untuk memastikan lokasi benar-benar aman.
Kasi Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri, mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi kendaraan, terutama sistem kelistrikan, sebelum digunakan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi kelistrikan kendaraan, termasuk baterai dan instalasi kabel. Apabila muncul tanda-tanda seperti percikan, bau hangus, atau asap dari ruang mesin, segera matikan mesin dan hubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat serta tidak membahayakan keselamatan,” ujar Syamsul Bahri. (KabarJombang.com)


