BLITAR, FaktualNews.co – Sebanyak lima ibu hamil di Kabupaten Blitar terdeteksi reaktif HIV usai dilakukan pemeriksaan skrining. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar untuk mencegah penularan penyakit tersebut kepada janin yang dikandung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Cristine Indrawati, menjelaskan temuan ini didapat dari pemeriksaan rutin skrining tiga penyakit menular utama, yaitu HIV, Sifilis dan Hepatitis B. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penularan dari ibu ke bayi saat persalinan maupun masa menyusui.

“Kelima ibu hamil ini sudah kami berikan perhatian khusus. Kami menghimbau agar mereka rutin memeriksakan kandungan setiap bulan, sehingga kondisi kesehatan ibu dan perkembangan janin dapat terpantau dengan baik hingga tiba waktu persalinan,” ujar Cristine, Selasa (14/7/2026).

Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi bagaimana kelima ibu tersebut terpapar virus HIV. Namun diketahui, virus ini umumnya menular melalui pertukaran cairan tubuh tertentu seperti darah maupun cairan tubuh lainnya.

Untuk mengantisipasi risiko penularan, Dinas Kesehatan telah menyiapkan layanan lengkap di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit. Tenaga kesehatan juga telah disiagakan untuk menangani proses persalinan dengan prosedur khusus bagi ibu hamil reaktif HIV.

Pihak berwenang mengimbau seluruh ibu hamil di Kabupaten Blitar untuk tidak melewatkan pemeriksaan kehamilan dan skrining kesehatan secara rutin di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat memutus rantai penularan serta menjaga keselamatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan,” tandasnya.