Usung Kearifan Lokal, Dua Momen Hari Jadi Situbondo Tahun ini Bakal Berbeda
SITUBONDO, FaktualNews.co – Pemerintah Kabupaten Situbondo tengah mematangkan persiapan menjelang perhelatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 dan Hari Jadi Besuki (Harjabes) ke-262 pada tahun 2026 ini. Peringatan dua hari jadi tersebut akan dibuat berbeda dari tahun sebelumnya.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa rangkaian acara tahun ini akan dibuat lebih meriah, lebih banyak kegiatan, dan lebih kuat dalam mengangkat kearifan serta budaya lokal.
Salah satu poin penting yang ditegaskan oleh Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini adalah pemerataan lokasi acara. Pemkab Situbondo berkomitmen untuk tidak memusatkan perayaan hanya di wilayah perkotaan saja.
“Saya maunya disebar pada 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo. Jangan fokus di kota saja,” ujar Mas Rio saat memberikan keterangan terkait konsep pesta rakyat tahun 2026 ini.
Berbagai perlombaan dan kegiatan nantinya akan diselenggarakan di tingkat kecamatan, guna melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara langsung.
Meskipun dikonsep tersebar, Mas Rio menyebut ada dua tradisi besar yang tetap dipertahankan sebagai pilar utama Harjakasi. Pertama adalah eksistensi permainan tradisional anak-anak. Melalui momentum ini, Pemkab Situbondo bahkan berencana mendeklarasikan komunitas permainan tradisional Indonesia.
“Langkah ini diambil sebagai upaya nyata mereposisi peran gawai atau handphone (HP). Mengingat saat ini dinilai terlalu kuat mendominasi kehidupan anak-anak,” kata Mas Rio.
Tradisi kedua yang dipertahankan adalah pawai Ancak Agung yang dijadwalkan berlangsung pada puncak perayaan Harjakasi, 15 Agustus mendatang. Pada tahun ini, Pemkab menargetkan pembuatan 1.500 Ancak Agung. Berbeda dari rute searah biasanya, prosesi Ancak Agung kali ini akan dirancang menarik menggunakan sistem dua arah, di mana iring-iringan massa dari dua titik berbeda akan bergerak dan bertemu di pusat Alun-alun Situbondo.
Tidak berhenti di Harjakasi saja, Mas Rio juga menjelaskan mengenai persiapan Hari Jadi Besuki (Harjabes) ke-262 yang jatuh pada tanggal 8 September. Untuk memastikan kualitas acara, Pemkab Situbondo memisahkan penganggaran Harjabes secara mandiri agar pelaksanaannya jauh lebih matang dan optimal.
“Melalui pembagian fokus acara di berbagai kecamatan serta penguatan anggaran khusus untuk Harjabes, perayaan hari jadi di Situbondo tahun ini diharapkan mampu menjadi pesta rakyat yang sesungguhnya sekaligus membangkitkan kebanggaan atas identitas budaya lokal,” pungkasnya.


