GANJUK, FaktualNews.co-Warga Desa Cepoko, kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, kini dilanda keresahan. Pasalnya, jembatan gantung yang menghubungkan antar dusun di Desa Cepoko, serta menghungkan ke jalan utama rusak.

Mereka mengkhawatirkan jembatan gantung yang dibangun sebuah yayasan di Jakarta itu kini kondisi papan lantainya yang terbuat dari kayu sudah banyak yang lapuk.

Dengan kondisi tersebut, jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 1.5 meter yang dibangun pada tahun 2021 itu, tidak jarang dengan dana swadaya memperbaiki sendiri.

Namun, meski demikian tetap mengkhawatirkan sehingga harus membatasi beban ketika melewati jembatan gantung tersebut. Lebih mengkhawatirkan lagi tidak hanya orang dewasa yang melewati jembatan tersebut juga anak-anak pulang pergi berangkat sekolah.

Salah seorang warga Cepoko, Ahmad Thoib ketika dihubungi wartawan berharap sekali kepada Pemkab Nganjuk agar jembatan gantung tersebut dibangun secara permanen.

Menurut Ahmad Thoib, jika dibangun secara permanen warga tidak selalu terbebani perbaikan jembatan meski sukarela.

“Selain itu, warga yang melintas tidak selalu was-was. Apalagi tidak jarang warga yang belum pernah melintas di jembatan tersebut terjatuh. Karena itu kami minta Pemkab Nganjuk, untuk segera membangun jembatan permanen,”ujar Ahmad Thoib.