Ngerinya Puting Beliung di Jogoroto Jombang, Belasan Bangunan Hancur
JOMBANG, FaktualNews.co – Suasana tenang di hari Minggu siang berubah menjadi mencekam bagi warga Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Pada 8 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, hujan gerimis yang awalnya dianggap biasa tiba-tiba berubah menjadi terjangan angin puting beliung yang dahsyat.
Akibat bencana singkat ini, belasan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan satu bangunan warung hancur rata dengan tanah. Peristiwa ini berlangsung sangat cepat.
Desy Andra (34), salah satu saksi mata di lokasi, menceritakan betapa mencekamnya detik-detik saat angin kencang menerbangkan material bangunan ke area publik.
”Awalnya cuma gerimis, tidak terlalu deras. Tapi tiba-tiba angin bertiup kencang sekali, langsung membawa material ke depan musala,” ungkap Desy saat ditemui di lokasi kejadian.
Senada dengan Desy, Komariyah (50), warga Dusun Belut yang rumahnya turut menjadi korban, menggambarkan situasi di sekelilingnya yang berantakan. Menurutnya, angin datang menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan memprihatinkan. Mayoritas kerusakan menimpa bagian atap rumah warga yang terbang terbawa kencangnya pusaran angin.
Setidaknya ada enam rumah di satu titik yang terdampak. Dua di antaranya mengalami kerusakan sangat parah hingga bagian atapnya harus ditutup darurat menggunakan terpal untuk menghindari air hujan masuk ke dalam rumah.
Kerusakan paling fatal menimpa sebuah warung di sekitar lokasi yang dilaporkan hancur total. “Warung itu habis, mawut semua,” tambah Komariyah dengan nada sedih.
Beruntung, di balik kerusakan material yang cukup besar, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Saat kejadian, para pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri karena material bangunan yang beterbangan tidak sampai menembus bagian dalam rumah.
Pemilik warung yang hancur juga diketahui sedang tidak berada di tempat saat bencana melanda.
Pasca-kejadian, semangat solidaritas warga Desa Ngumpul langsung terlihat. Secara swadaya, mereka bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan membantu memperbaiki atap rumah tetangga yang rusak agar bisa segera ditempati kembali.
Kini, warga yang terdampak hanya bisa berharap ada uluran tangan dari pihak terkait. Komariyah mewakili warga lainnya berharap Pemerintah Kabupaten Jombang segera turun tangan memberikan bantuan perbaikan.
”Harapannya tentu dibantu pemerintah, karena kerusakannya lumayan parah,” pungkasnya.


