SITUBONDO, FaktualNews.co – Seorang pria yang mengaku sebagai anggota TNI, nekat menganiaya seorang remaja berinisial DN (19) di rumahnya, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Sabtu (30/5/2026).

Aksi kekerasan ini terjadi saat rumah korban sedang sepi, karena kedua orang tuanya tengah bepergian ke luar kota. Pelaku yang berambut cepak tersebut sempat menutup pintu rumah korban sebelum berulang kali mencambuk DN menggunakan selang air yang sudah ia siapkan. Akibatnya, korban mengalami luka lebam parah di sekujur tubuh.

Tanpa disadari oleh pelaku, seluruh aksi penganiayaan tersebut berhasil direkam secara sembunyi-sembunyi oleh teman korban yang berada di lantai dua rumah. Usai melancarkan aksinya, pria tersebut langsung melarikan diri ke arah selatan menggunakan sepeda motor matik.

“Awalnya pelaku menggedor-gedor pintu samping. Setelah berhasil masuk, dia langsung mengeluarkan selang dari balik bajunya,” ujar DN saat melapor ke Mapolres Situbondo, Sabtu (30/5/2026).

DN menceritakan, pelaku mendadak menuduhnya telah mengganggu pacar pelaku menggunakan bahasa Madura. Padahal, bukan dirinya yang menyapa perempuan tersebut, melainkan temannya yang kebetulan memang saling kenal.

“Pelaku bilang, ‘Kamu yang mengganggu pacar saya. Sekarang kamu berhadapan dengan saya, anggota TNI, bukan satpam!,” ucap DN menirukan gertakan pelaku.

Orang tua korban, Hafid, menegaskan bahwa pihak keluarga berkomitmen membawa kasus ini ke jalur hukum karena mengantongi bukti yang sangat kuat.

“Selain bukti foto dan rekaman video utuh, kami juga punya dua saksi mata yang melihat langsung kejadian. Kami minta penegak hukum memberikan sanksi seberat-beratnya,” tegas Hafid.

Hafid juga meminta kepastian hukum terkait status pelaku. “Jika pelaku warga sipil, kami harap polisi menindak tegas. Namun, jika dia benar-benar anggota TNI, kami meminta Polisi Militer turun tangan memberikan sanksi tegas,” imbuhnya.

Merespons laporan tersebut, Kanit Pidum Satreskrim Polres Situbondo, Ipda Jujuk, membenarkan adanya aduan kasus penganiayaan ini. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas asli pelaku.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini dalam proses penyelidikan. Jika nanti hasil penyelidikan membuktikan pelaku adalah anggota TNI aktif, penanganan kasusnya akan langsung kami limpahkan ke Subdenpom Situbondo,” kata Ipda Jujuk.