Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

PSID Jombang Mirip Radio, Ada Suara Tak Ada Wujud

Bola     Dibaca : 719 kali Jurnalis:
PSID Jombang Mirip Radio, Ada Suara Tak Ada Wujud
FaktualNews.co/Redaksi/
Genderang Perang - Suara genderang tak berhenti sejak peluit awal pertandingan di tiup, tak mengenal lelah barisan Jomber mania berteriak menyemangati tim kesayangan mereka berlaga. (Luhur Wijaya/Faktualnews.co)

JOMBANG, FaktualNews.co – Kemenangan demi kemenangan yang diraih PSID Jombang pada tiga pekan awal Liga 3 Jatim di Grup F, disambut suka cita para pecinta dan pemerhati sepakbola Jombang.

Selain suporter fanatik PSID Jombang yang tergabung dalam Jomber, suka cita dan rasa bangga juga dirasakan warga Jombang lainnya. Angin segar akan meningkatnya prestasi laskar Kebo Kicak pun menyeruak.

Selama ini, sebagaimana diutarakan Chambali, warga Sambong Jombang, tidak ada prestasi menonjol dari klub kebanggaan kota santri.

“Saya rasa sudah dari dulu PSID itu terbentuk. Tapi ya begini-begini saja. Ada suaranya, tak ada ada bentuknya, mirip radio,” kata Chambali.

Sebagaimana diketahui, berdiri sejak tahun 1953, PSID Jombang seolah hanya menjadi tim pupuk bawang di kancah sepakbola nasional. Ada, namun seolah tiada. Prestasinya pun tidak ada yang bisa bercerita atau menunjukkan catatannya.

Konon, Persatuan Sepakbola Indonesia Djombang, kepanjangan dari PSID, pernah menjadi klub yang disegani di Jawa Timur. Klub asal Kota Santri ini pernah jadi tim favorit dan disegani pada era 70 – 80-an.

Pada era itu, PSID Jombang mampu menjadi penyangga atau bahkan menjadi batu sandungan bagi klub-klub beken di Jawa Timur. Atas prestasinya kala itu, PSID menjadi pendamping Persebaya Surabaya melawat ke Denpasar.

Di pulau dewata Bali, PSID bermain menghadapi Perseden (Persatuan Sepak bola Denpasar) dan Perselobar (Persatuan Sepak bola Lombok Barat), sebagai tim-tim dari wilayah timur.

Sayangnya, penampilan kala itu adalah partisipasi tanpa prestasi. Untuk selanjutnya, PSID Jombang tetap menjadi tim ‘Gurem’ di persepakbolaan nasional.

Sebagai warga Jombang, Chambali mengaku tidak mengenali pemain aktif ataupun jebolan PSID Jombang. Apalagi, sangat jarang terdengar adanya pemain asal Jombang yang berkiprah di kancah nasional.

“Kalau saya perhatikan selama ini, faktor utamanya itu karena di klub PSID tidak ada sosok yang bisa dijadikan panutan,” ujarnya.

Pemerhati bola Jombang, Suwandi berpendapat, kondisi dana yang terbatas dan kualitas pemain yang ‘pas-pasan’ membuat PSID Jombang sulit bersaing. Apalagi, untuk menembus level kompetisi yang lebih tinggi.

“Pemain untuk saat ini sangat pas-pasan. Yang jelas berat untuk sekedar lolos dan mewakili Jatim ke zona Jawa. Itu menurut saya dengan kondisi saat ini,” katanya.

Editor
Muhammad Syafi'i