Peristiwa

Geliat Prostitusi Online di Jombang, Tetap ‘On’ saat Ramadan

JOMBANG, FaktualNews.co – Bulan Ramadan tampaknya tak menyurutkan niat para pelaku prostitusi online di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk terus berbisnis syahwat. Minimnya pengawasan aparat keamanan, membuat para wanita pemuas pria hidung belang ini terus melakukan pekerjaannya.

Dari hasil penelusuran FaktualNews.co di lapangan, bisnis syahwat dengan sistem online ini ternyata tumbuh subur kendati saat puasa. Agar tak mudah terendus petugas, para wanita panggilan atau yang biasa disebut WP cukup menawarkan dirinya melalui aplikasi whatsaap (WA).

FaktualNews.co pun mendapat kesempatan untuk berbincang dengan salah satu wanita penghibur yang menggelar ‘lapak’ di Kota Santri. Ia mengatakan jika hingga saat ini praktik prostitusi tetap beroperasi meskipun di bulan Suci.

Padahal beberapa waktu yang lalu, tepatnya seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan, aparat Satpol PP dan pihak kepolisian melakukan penertiban di sejumlah lokalisasi. Namun nampaknya hal tersebut tak juga membuat jera para PSK ini.

Bahkan salah satu PSK yang ternyata juga seorang mahasiswa di Jombang ini mengatakan jika, bulan Ramadan tidak menjadikan kendala bagi mereka untuk tetap menjalankan pekerjaannya sebagai pemuas nafsu. Mereka pun mengaku lebih cerdas dalam melaksanakan aksinya.

“Kalau puasaan gini ya lumayan down, kalo off ya tambah ruwet kantong kita. Soalnya lebaran butuh duit banyak buat mudik buat bayar semester juga,” kata wanita panggilan berinisial T ini.

Bahkan ia juga sempat mengatakan jika seluruh transaksi dilakukan menggunakna sistem online. Artinya seluruh kesepakatan dan pembayaran dilakukan dengan sistem transfer melalui rekenging bank. Cara ini jauh lebih aman dari pada melakukan transaksi dengan cara konvensional.

“Selama saya open di bulan puasa gini aman-aman aja, yang penting pinter jaga-jaga aja. Lagian tidak pernah ada razia, paling di tempat itu-itu saja,” terangnya sembari menyebutkan beberapa tempat yang menjadi langganan razia petugas.

Wanita muda berkulit kuning langsat ini tak menampik jika selama bulan suci Ramadan, petugas jarang melakukan razia. Namun demikian ia mengaku tetap harus antisipasi, dengan cara check in di daerah kota tetangga atau di kamar kos miliknya.

“Kalau puasa gini walaupun jarang operasi tapi tetap waspada. Kalau lagi khawatir razia, ketemuanya di Malang atau di kos,” tandasnya.