Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Siswa SDN Sembung Jombang Dianiaya Kakak Teman Sekolahnya

Peristiwa     Dibaca : 152 kali Jurnalis:
Siswa SDN Sembung Jombang Dianiaya Kakak Teman Sekolahnya
Ilustrasi

JOMBANG, FaktualNews.co – Seorang siswa sekolah dasar (SD) Negeri Sembung, Kabupaten Jombang, berinisial DTN menjadi korban penganiayaan keluarga temannya di sekolahnya.

Akibat penganiayaan ini, siswa kelas empat SDN Sembung Jombang tersebut mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya.

Informasi yang dihimpun, peristiwa penganiayaan siswa SDN Sembung, Jombang itu bermula saat DTN dan temannya HNM bermain kejar-kejaran pada waktu istirahat tanpa sepengetahuan gurunya, hingga terjadi pertengkaran antara DTN dengan HNM pada Selasa (7/8/2018).

Pertengkaran antara kedua siswa SDN Sembung Jombang tersebut menyebabkan bibir HNM berdarah, kemudian dia melaporkan kejadian itu ke guru kelas dan akan diselesaikan oleh pihak sekolah. Namun, HNM keburu pulang untuk melaporkan kejadian pertekarannya kepada keluarganya.

Tak lama kemudian HNM, datang bersama kakaknya AFN serta orang tuannya. Tanpa sepegetahuan guru, kakak HNM langsung menuju ke kelas mencari korban DTN.

Tanpa bertanya AFN langsung melakukan penganiayaan kepada DTN. Pelaku membanting korban, lalu membenturkan kepala siswa kelas empat SDN Sembung beberapa kali ke dinding kelas.

Meski korban sudah kesakitan, ia masih memukulinya dengan tangan kosong. Penganiayaan ini masih berlanjut meski sudah dilerai, AFN masih memukuli korban di kantor SDN Sembung.

Akibat penganiayaan ini korban mengalami memar dan merasakan sakit dibagian tubuhnya. Kemudian, pihak sekolah melaporkan kejadian penganiayaan siswa SD tersebut ke Polsek Perak.

Sementara itu, Kapolsek Perak AKP Untung Sugiarto mengatakan untuk saat ini kasus tersebut sudah ditingkatkan ke penyidikan. “Ada tambahan sedikit terkait hasil visum. Kita juga sudah memanggil saksi-saksi, korban. Untuk terlapor juga sudah diperiksa pada Senin kemarin,” jelasnya, Selasa (4/9/2018).

Editor
Saiful Arief