Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tak Terima Dijitak Gurunya Lantaran Mengumpat, Siswa MTs di Pasuruan Lapor Polisi

Peristiwa     Dibaca : 448 kali Jurnalis:
Tak Terima Dijitak Gurunya Lantaran Mengumpat, Siswa MTs di Pasuruan Lapor Polisi
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Dn melaporkan tindakan gurunya ke Polsek Gempol

PASURUAN, FaktualNews.co – Dn (15) salah satu siswa MTs Al Faqiyah, di Dusun Babat, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tega melaporkan gurunya ke polisi, Senin (29/10/2018). Siswa kelas IX ini melapor dengan didampingi ayahnya bernama Sokhib (53), asal Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Dihadapan polisi, Dn mengaku tak terima atas perbuatan gurunya yang diketahui bernama Sutrisno (56), karena menjitak kepalanya. Laporan tersebut dilakukan karena ia merasa direndahkan atas perlakuan gurunya yang dianggapnya telah semena-mena. “Pak guru gak terima setelah saya berkata ‘jancok’ saya langsung dijitak,” ungkap Dn seusai lapor polisi.

Kapolsek Gempol, Kompol I Nengah Darsana membenarkan adanya laporan kasus pemukulan oleh guru yang dialami siswa MTs. Pihaknya mengaku akan melakukan proses mediasi untuk solusi terbaik. “Laporan tetap kami terima. Namun akan kami upayakan terlebih dulu untuk memediasi antara pihak terlapor dan pelapor,” ujar I Nengah, Senin (29/10/2018).

Sementara itu, Sutrisno pada wartawan, mengungkapkan bahwa menjitak kepala muridnya tersebut dilakukan sebagai upaya pembelajaran agar murid selalu berdisiplin. “Tidak ada unsur apa-apa, wajar guru memberi hukuman agar muridnya kalau muridnya melakukan kesalahan, agar bisa lebih disiplin,” terangnya, ditemui seusai mengajar.

Kejadian ini berawal saat Dn terlambat mengikuti upacara bendera. Karena terlambat, Dn lalu dipanggil olehnya untuk menerima hukuman membaca Surah Yasin. “Saat itu dia saya hukum dengan membaca surah Yasin. Tapi dia tidak bisa membacanya. Karena tidak bisa, dia lalu saya suruh ambil sampah di kelas-kelas untuk dibuang digerobak sampah di luar,” ungkapnya.

Namun lanjut Sutrisno, Dn tidak mau malah mengumpat dengan kata ‘jancok’. Mendengar itu, spontan dirinya menjitak kepala Dn. Usai dijitak, Dn keluar kelas dengan nada emosi dan langsung menyalakan mesin motor dengan keras. Tak sampai disitu, ia mengancam akan mengadukan ke orang tuanya, hingga kemudian dilaporkan ke polisi.

Editor
Z Arivin