FaktualNews.co

Puluhan ODGJ di Jombang Goyang Maumere bersama Kepala Dinsos Setempat

Peristiwa     Dibaca : 84 kali Jurnalis:
Puluhan ODGJ di Jombang Goyang Maumere bersama Kepala Dinsos Setempat
FaktualNews.co/Muji Lestari
ODGJ binaan Posyandu Kesehatan Jiwa di Desa Tanggalrejo saat senam Maumere bersama Kadinsos Jombang, M Saleh.

JOMBANG, FaktualNews.co-Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, Jawa Timur, membagikan paket sembako kepada 44 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Tanggalrejo Kecamatan Mojoagung, Kamis (22/8/2019).

Puluhan ODGJ tersebut merupakan warga berkebutuhan khusus yang jadi pantauan Pos Kesehatan Jiwa di desa setempat.

Mereka secara rutin mendapat perawatan petugas posyandu. Selain dari Desa Tanggalrejo, mereka juga berasal dari beberapa Desa lain di Kecamatan Mojoagung.

Sebelum menerima paket bantuan, puluhan ODGJ yang sudah dinyatakan sembuh kisaran 40 hingga 70 persen ini juga mengikuti senam maumere secara bersama-sama.

Para penyandang gangguan jiwa ini juga nampak bersemangat dan mampu mengikuti satu demi satu gerakan instruktur di layar monitor LED di hadapan mereka.

Penyerahan bantuan paket sembako dilakukan di Balai Desa Tanggalrejo. Ini sebagai upaya mengembalikan fungsi sosial ODGJ di lingkungan mereka masing-masing.

“Harapannya, mereka bisa diterima di keluarga dan masyarakat. Sebab, hingga saat ini masih banyak keluarga menutup diri ketika memiliki anggota keluarga penyandang ODGJ,” kata Kepala Dinsos Jombang, Mochamad Saleh, usai menyerahkan paket sembako.

Menurutnya, situasi ini menjadi tantangan tersendiri terhadap penanganan terkait ODGJ di Kabupaten Jombang.

Saleh menambahkan, Desa Tanggalrejo merupakan desa yang memiliki kepedulian terhadap persoalan kesejahteraan sosial. Salah satunya, ODGJ.

Untuk itu lanjut Saleh, pihaknya akan mencanangkan Desa Tanggalrejo akan sebagai desa berkategori sebagai Desa Inklusi.

“Desa Inklusi itu adalah sebuah desa di mana masyarakatnya menerima semua keterbukaan, keanekaragaman, semua aspek pembangunan. Semua unsur sosial harus masuk di situ,” imbuh Moch Saleh.

Dia memaparkan, kategori Desa Inklusi nantinya, tidak akan ada lagi kendala pada semua aspek pembangunan, karena sudah terakomodasi melalui Desa Inklusi.

Dengan arti lain, sambungnya, semua Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) akan menjadi sama dengan warga masyarakat pada umumnya.

Soleh merinci, di Kabupaten Jombang ada tujuh Kecamatan yang memiliki Posyandu Kesehatan jiwa.

“Sehingga upaya pengembalian fungsi sosial ini juga akan kami lakukan di desa lain dengan sasaran ODGJ. Dan ke depan target kami adalah seluruh desa di seluruh 21 kecamatan,” tandasnya.

Editor
Sutono Abdillah

YUK BACA

Loading...