FaktualNews.co

Ratusan PNS Pemkab Situbondo Gelar Salat Istisqa

Peristiwa     Dibaca : 355 kali Penulis:
Ratusan PNS Pemkab Situbondo Gelar Salat Istisqa
FaktualNews.co/Fatur Bari
Bupati Dadang Wigiarto, WabupYoyok Mulyadi, saat melaksanakan shlat istisqa’ di halaman depan Masji Agung Al-abror Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungkan Pemkab Situbondo, melaksanakan Salat Istisqa  dan doa bersama meminta hujan di depan Masjid Agung Al-abror Situbondo, Senin (25/11/2019).

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Wabup Yoyok Mulyadi dan Syaifullah  Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Situbondo, ikut melaksanakan Salat Istisqa  yang dipimpin langsung ketua DP MUI Kabupaten Situbondo KH Syaiful Muhyi.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, karena hingga akhir Nopember 2019 belum turun hujan di Kabupaten Situbondo, sehingga Pemkab Situbondo menginisiasi untuk melaksanakan istisqa  atau salat untuk minta hujan.

“Ini  merupakan salah satu  bentuk ikhtiar kita, karena dilihat dari kebutuhan air persawahan sudah mulai menyusut, kalau air minum masih bisa terpenuhi di Kabupaten  Situbondo,” ujar Dadang Wigiarto, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, diharapkan Salat Istisqa berjamaah  yang dilaksanakan bersama seluruh ASN di lingkungan Pemkab Situbondo itu, menjadi inspirasi bagi masyarakat atau tokoh masyarakat untuk meminta hujan melalui Salat Itisqa, sehingga hujan segera turun di Kabupaten Situbondo.

“Ini bentuk respon dari pemkab karena dampaknya sudah mulai dirasakan pertanian,” katanya.

Sementara itu, petani asal Desa/Kecamatan Kendit, Situbondo, Purnomo  mengaku, sampai saat ini di wilayah Kendit belum turun hujan, sehingga lahan persawahan menganggur karena dalam kondisi kering.

“Lahan saya dan milik petani lainnya di wilayah Kendit selatan, ada sekitar tujuh hektar lahan yang hingga saat ini belum ditanami karena menunggu hujan,” ujarnya.

Menurutnya, biasanya, pada  awal November, lahan tebu miliknya sudah mulai ditanami. Memang ada alternatif menggunakan sumur bor, namun setelah dicoba, ternyata volume air dari sumur bur sangat kecil dan tidak mencukupi untuk kebutuhan persawahan.

“Kami sempat berinisiatif membuat sumur bor, tapi setelah dicoba ternyata airnya sedikit yang keluar,” imbuhnya.

Lebih  jauh Purnomo  menegaskan, dirinya dan para petani yang lain berharap hujan segera turun di Kabupaten Situbondo, agar persawahan yang biasanya ditanami Tebu, Padi dan Palawija bisa segera terealisasi.

“Semoga saja segera turun hujan di Kabupaten Situbondo,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh