FaktualNews.co

Hadapi New Normal, Sejumlah Sekolah di Lamongan Sudah Masuk

Pendidikan     Dibaca : 299 kali Penulis:
Hadapi New Normal, Sejumlah Sekolah di Lamongan Sudah Masuk
FaktualNews.co/Ahmad Faisol
Beberapa sekolah di Lamongan sudah melakukan simulasi menghadapi New Normal.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Adanya kebijakan New Normal (normal baru), sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Lamongan, Jawa Ttmur, sudah memulai melakukan simulasi proses belajar mengajar atau KBM.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Disdik) Lamongan, Adi Suwito mengatakan, simulasi proses belajar mengajar di sekolah sejak kemarin, dan dilakukan secara bertahap untuk melihat kesiapan peserta didik.

“Kami melakukan simulasi bertahap, mulai dari sosialisasi dengan komite, persiapan sarana prasarana lembaga sesuai dengan protokol kesehatan menuju New Normal,” kata Adi Suwito. Rabu (17/6/2020).

Kadisdik Lamongan mengaku, simulasi ini dilakukan hanya beberapa siswa yang berada di ruang kelas, yakni maksimal 15 siswa. Dengan tetap menjaga jarak sesuai protokol kesehatan saat proses pembelajaran mengajar berlangsung.

Simulasi tersebut, katanya, mulai ketika siswa berangkat ke sekolah, menerima pelajaran, sampai siswa pulang lagi ke rumah untuk melihat guru dan siswa dengan tertib.

“Nantinya ada evaluasi jika tidak sesuai protokol kesehatan. Jika bisa melaksanakan, berarti pendidikan kita sudah sesuai normal baru,” ungkapnya.

Sekolah yang menerapkan simulasi tersebut adalah SDN Menongo, Kecamatan Sukodadi. Dengan simulasi pembelajaran dilakukan selama 5 hari, dimulai dengan kelas 5 dan diakhiri kelas 1. Untuk satu kelas dibagi tergantung banyaknya siswa mulai 10 hingga 15 siswa per kelas.

Meski begitu, lanjutnya, Disdik Lamongan tetap menunggu keputusan resmi dari pemerintah. Karena Lamongan saat ini masih memberlakukan sistem belajar dari rumah. “Intinya kita mempersiapkan New Normal,” aku Adi.

Simulasi sekolah semacam ini, bisa dilakukan pada masa masih liburan sekolah dan manghadapi tahun pelajaran baru.

“Pembelajaran jarak jauh wilayah yang masuk dalam wilayah dengan zona Kuning, Oranye atau merah. Sedangkan pembelajaran full tatap muka, untuk zona yang sudah beralih dari kuning ke hijau.” jelas Adi seraya menambahkan, tetap perlu protokol kesehatan secara ketat sehingga perlu ada sosialisasi ke orangtua dan siswa.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...