FaktualNews.co

Estu Tegaskan Covid-19 Harus Dilawan dengan Pengamalan Pancasila, Apa Artinya?

Peristiwa     Dibaca : 258 kali Penulis:
Estu Tegaskan Covid-19 Harus Dilawan dengan Pengamalan Pancasila, Apa Artinya?
FaktualNews.co/syarif abdurrahman

JOMBANG, FaktualNews.co-Isu tentang pancasila ramai dibahas khalayak umum beberapa bulan terakhir. Menyikapi hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sadarestuwati menjelaskan, pancasila adalah warisan leluhur bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diamalkan.

“Pancasila merupakan perjanjian luhur bangsa Indonesia melalu para founding fathers. Pancasila sesungguhnya digali dari budaya Indonesia,” jelasnya saat mengisi seminar kebangsaan di Aula Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Jombang, Senin (6/7/2020).

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Estu ini, dalam pancasila mengandung budaya asli bangsa Indonesia seperti keimanan, kesantunan, kekerabatan, gotong royong, saling menghargai, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan serta musyawarah mufakat untuk membuat keputusan.

“Sedangkan radikalisme adalah paham yang bukan budaya Indonesia. Karena tidak saling menghargai dan musyawarah. Maka, cara paling ampuh menangkal radikalisme adalah dengan mengembalikan budaya luhur bangsa Indonesia dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah anggota Komisi V DPR RI ini.

Oleh karena itu, ia meminta semua kalangan mau gotong-royong melawan Covid 19 sebagai wujud pengamalan pancasila. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah menyebar ke seluruh pelosok negeri, bahkan ke seluruh dunia.

Pada hemat Estu, Covid-19 bisa dihentikan jika ada kesadaran di masyarakat, masalah pandemi ini merupakan tanggungjawab bersama. Semua pihak baik pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengusaha, dan masyarakat harus bergerak bersama sesuai fungsi masing-masing.

“Semua harus melakukan pencegahan dan tindakan penyelamatan diri sendiri dan masyarakat umum. Sehingga Indonesia bisa segera mengatasi pandemi Covid 19 ini,” ungkap Estu.

Mbak Estu juga berharap pemerintah daerah, khususnya Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Jombang dan Madiun terus berinovasi dalam melawan Covid-19. Terutama inovasi dalam mengedukasi masyarakat umum.

Ia melihat masih banyak masyarakat yang gagal paham dengan istilah new normal. Dianggap semua kembali seperti semula. Padahal tidak begitu, masyarakat tetap harus jaga jarak, pakai masker dan jaga imun tubuh.

“Perlu terobosan baru dalam mengedukasi masyarakat. Biar tidak menoton dan membosankan. Ini lah tantangang bagi pemimpin daerah. Bagaimana menciptakan penemuan baru untuk kepentingan orang banyak,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...