FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Koin Kripto si ‘Pembunuh Anjing’, Shiba Inu Kuasai Pasar Dunia Rp 581 T

Opini     Dibaca : 325 kali Penulis:
Koin Kripto si ‘Pembunuh Anjing’, Shiba Inu Kuasai Pasar Dunia Rp 581 T
FaktualNews.co/IST
Shiba Inu Coin, si 'pembunuh anjing' sukses gusur kapitalisasi dogecoin. Foto/crytoknowmics.co

SURABAYA, FaktualNews.co – Shiba Inu (SHIB), mata uang Crypto bertema anjing muncul sebagai ‘penantang’ Dogecoin — mata uang favorit CEO Tesla Elon Musk. Banyak juga yang menyebutnya sebagai “Doge Killer”.

Koin bertema anjing ini dibuat Agustus 2020. Meme koin ini termasuk token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan blockchain etherium, dan diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Ryoshi.

Yang luar biasa dari koin ini, dengan harga kurang dari 1 sen Amerika Serikat bisa diinvestasikan ke banyak orang, bahkan hingga sejuta umat. Kenapa?

Di awal kemunculannya (Agustus 2020), harga shiba inu nyaris tidak ternilai kalau itu karena cuma altcoin, hanyalah meme koin baru sebagai kompetitor Dogecoin.

Namun menurut pantauan KompasTekno di situs CoinGeko, Kamis (28/10/2021) malam, Shiba Inu kini sukses menggusur Dogecoin dalam hal kapitalisasi pasar.

Per 28 Oktober 2021, Shiba Inu tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD 41 miliar atau setara Rp 581 triliun dan menjadikannya sebagai mata uang Crypto terbesar nomor sembilan di dunia.

Sementara Dogecoin — dikutip dari artikel kompas.com berjudul “Apa Itu Shiba Inu Coin, Kripto yang Harganya Meroket Belakangan Ini” –tergusur di peringkat 10 sebagai Cryptocurrency terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar USD 39,3 miliar atau setara sekitar Rp 557 triliun.

Sedangka dikutip dari akun twitter resmi Shiba Inu @Shibtoken, pada 7 Oktober 2021 lalu melakukan update status, “Terima kasih, #ShibArmy, telah membantu kami mencapai tonggak sejarah lainnya. Hari ini, kami mencapai 1.000.000 Pengikut di twitter. Sekarang adalah saat kami mencetak dan memberitahu #1MFRIENDSHIBS. Pakan!” tulisnya.

So, Shiba Inu mata uang Kripto yang sangat populer di media sosial twitternya ini mempunyai pengikut kurang lebihnya sejuta umat.

Kemudian di twitternya per 25 November 2021, pihak developer memberikan info, “Tonggak yang membanggakan, dan luar biasa untuk #ShibArmy! $SHIB mencapai 1.000.000 pemegang. Hari ini kita semua bersorak, dan merayakan momen besar ini dalam sejarah SHIB. #1MFRIENDSHIBS #SHIB”.

Saat pihak developer melakukan update status di media sosial twitternya ini, artinya ada investor sebanyak lebih dari 1 juta orang membeli atau melakukan investasi koin Shiba Inu, baik itu jangka panjang maupun jangka pendek.

Dari segi fundamental, visi Ryoshi dan Shiba Inu – berdasarkan artikel di Medium — diketahui, bahwa Ryoshi menginginkan masa depan yang lebih baik bagi orang-orang.

Kekuatan Desentralisasi Kolektif

Ryoshi merasa muak melihat bagaimana kita berada dalam sistem yang tidak adil yang sama dalam semua aspek berulang-ulang. Desentralisasi adalah cara yang ia ambil untuk mewujudkan apa yang ia inginkan.

Bersama para pendukung yang disebut “ShibaArmy”, Ryoshi meyakini bahwa apa yang ia inginkan akan dapat terwujud berkat kuatnya komunitas dan dukungan satu sama lain.

“Kami percaya melalui kekuatan desentralisasi kolektif, kami dapat membangun sesuatu yang lebih kuat dari pada yang dapat dibuat oleh tim terpusat. Token yang dikelola komunitas tidak berarti apa-apa tanpa individu yang bersatu yang memberikannya tujuan,” kata Ryoshi.

Akan hadirnya NFT, Game Crypto, mekanisme burning dan Blockchain Shibarium, tampaknya sudah lebih dari cukup untuk memperbesar peluang harga SHIB untuk meroket di masa mendatang.

Kemudian 27 November 2021, melalui akun twitternya pihak developer kembali memberi info, “Kami dengan bangga menyambutnya @william_volk menuju Shiba Inu Games! #SHIBISOSIS #ShibaInuGames #ShibArmy #AAAGamesStudio”.

“Ini merupakan shiba inu dan William Volk (AAA Games Studio) berkolaborasi membangun project game. Kemampuan William Volk bisa diprediksi mampu beri manfaat pengembangan game play-to-earn shiba inu yang berbasis NFT. Langkah ini membantu keputusan shiba inu memasuki sektor metaverse yang sedang trend saat ini,” tandasnya. Fardi

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Andrian