FaktualNews.co

Ini Penyebab Pengadaan Seragam Sekolah Gratis 2022 Program Pemkot Mojokerto Gagal Lelang

Pendidikan     Dibaca : 344 kali Penulis:
Ini Penyebab Pengadaan Seragam Sekolah Gratis 2022 Program Pemkot Mojokerto Gagal Lelang
FaktualNews.co/lutfi hermansyah
Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto, Amin Wachid.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Pengadaan seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP di Kota Mojokerto tahun ajaran 2022 sempat mengalami gagal lelang.

Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto telah mengajukan lelang pada bulan April 2022.

Masing-masing dialokasikan dengan pagu anggaran Rp 1,2 miliar untuk belanja kain seragam SMP dan Rp 1,1 miliar untuk jenjang SD.

Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto, Amin Wachid menyebut, gagalnya tender paket pengadaan seragam gratis itu dipicu spesifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tidak sesuai dengan produk.

“Logikanya memang seharusnya dibagikan di awal tahun ajaran baru. Tapi ya bagaimana lagi karena memang terkendala ada aturan TKDN sehingga gagal. Saya akui saya salah, ” katanya kepada FaktualNews.co , Kamis (18/8/2022).

Namun, telah dilaksanakan tender ulang dan selesai. PT Yasarah Karya Utama sebagai pemenang tender pengadaan kain seragam untuk siswa SD dengan nilai kontrak Rp 1.013.705.280. Dan CV Widya Sarana pemenang tender kain seragam untuk siswa SMP dengan nilai kontrak Rp 1.135.530.000.

Amin mengatakan, seragam gratis akan dibagikan dalam bentuk potongan kain. Masing-masing siswa akan menerima 3 stel. Rencananya, seragam gratis tersebut akan dibagikan pada bulan Oktober 2022.

“Saya minta maaf karena terlamat membagikan. Seragam gratis nanti akan dibagikan bulan Oktober,” jelasnya.

Informasinya yang dihimpun FaktualNews.co, molornya pembagian seragam gratis untuk siswa baru ini bukan pertama kalinya. Pada tahun sebelumnya juga selalu terjadi keterlambatan. Mulai tahun 2019 hingga 2022.

Akan tetapi, Amin menepis hal tersebut. Ia mengaku, sejak dirinya menjabat baru dua kali pembagian seragam gratis molor.

“Kalau Tahun 2019 iya telat. Tahun 2020 dan 2021 tidak. Dan tahun ini (2022) ini telat lagi, saya minta maaf,” pungkasnya.

Akibat molornya pembagian seragam gratis itu mengharuskan para siswa baru membeli seragam sendiri. Bahkan, walimurid pun mengeluh keberatan karena tidak sesuai dengan yang digembor-gemborkan Pemkot Mojokerto selama ini.

“Katanya dapat seragam gratis tapi anak saya belum dapat. Ini sudah selesai pengenalan lingkungan sekolah belum dapat juga. Jadi saya harus beli baru dulu, karena anak sudah mengikuti pelajaran kelas di SMP,” jelas salah satu wali murid siswa SMPN 4 Kota Mojokerto yang enggan disebut nama, Kamis (18/8/2022).

Walimurid terpaksa harus membeli 3 stel seragam untuk anaknya. Yakni seragam nasional, pramuka, dan batik khas sekolah Kota Mojokerto. Untuk yang batik, kata Walimurid tersebut, pihak sekolah mewajibkan membeli kain potong di sekolahan dengan harga Rp 225 ribu.

“Beli di toko, habis Rp 200 satu stel. Batiknya disuruh beli berupa kain di sekolah Rp 255 ribu, tidak gratis. Lah itu belum beli yang lainnya,” ungkapnya.

Ia mengaku sangat keberatan karena tidak sesuai dengan janji yang diberikan. Pada saat pendaftaraan siswa baru, pihak sekolah menjanjikan setiap siswa baru bakal mendapat seragam gratis sesuai 3 stel.

“Katanya seragamnya gratis. Tapi katanya diberikan dipertengahan semester biasanya, kalau memang gratis seharusnya diberikan dari awal masuk,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah