PAMEKASAN, FaktualNews.co – Untuk sebanyak 20 kelompok buta aksara di Pamekasan. Sebagai pengentasan problem baca tulis tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta

Plt Kepala Disdik Pamekasan, Prama Jaya mengatakan, anggaran  Rp 100 juta tersebut merupakan progam yang sudah dijalankan beberapa tahun lalu.

Bahkan, besaran anggaran tahun ini tidak ada bedanya dengan tahun 2019. Program ini sebagai upaya pemerintah untuk pengentasan orang tidak bisa membaca dan menulis.

“Program itu masih berlangsung sebagai upaya untuk gerakan masyarakat atau penduduk yang tidak bisa baca tulis,”katanya kepada wartawan FaktualNews.co, Senin (10/02/2020).

Prama mengemukakan, meskipun program pengentasan masyarakat buta huruf sudah tidak lagi menjadi program prioritas dari kementerian. Namun pihaknya tetap terus melanjutkan progran itu agar persoalan buta aksara di wilayahnya bisa terselesaikan.

“Program ini tetap jalan meskipun tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” paparnya.

Ditambahkan, anggaran untuk program yang hanya bertempat di wilayah pantura tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja dlDaerah (APBD) tahun 2020.

Anggaran itu diberikan kepada  sebanyak 20 kelompok buta aksara dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 orang.

Dia berharap, untuk kelompok buta aksara di Kabupaten Pamekasan, bisa ditekan dengan adanya program yang telah dicanangkan pihaknya selama tiga tahun terakhir.

“Melalui membaca bisa membuka jendela informasi,”pungkasnya.