Awal Januari 2025 Pupuk Subsidi Jember Mulai Disalurkan
JEMBER, FaktualNews.co – Bertempat di lahan sawah wilayah Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, direktur Pemasaran PT. Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh, memantau langsung proses penebaran pupuk di lahan sawah seluas kurang lebih 500 hektare (Ha). Lahan sendiri dikelola oleh Kelompok Tani Makmur yang merupakan binaan dari Pupuk Kaltim (Bagian Pupuk Indonesia) sejak tahun 2019. Kelompok tani binaan dari Pupuk Indonesia ini, merupakan bagian dari program Makmur ‘Mari Kita Majukan Usaha Rakyat’ yang mendapat layanan on-farm dan off-farm dengan pendampingan Tenaga Agronomis dan Taruna Makmur.
Sampai dengan Desember 2024, dari target luas lahan 350.000 Ha sudah mencapai realisasi sebesar 451.536 Ha atau 129 persen (khusus padi 124.845 Ha). Dengan 170 ribu petani binaan yang tersebar di 24 provinsi. Melalui aktivitas pendampingan on-farm yang berfokus pada peningkatan produktivitas petani. Diketahui terjadi peningkatan signifikan dalam produktivitas petani Makmur dimana tanaman Padi naik 14 persen dari semula 5,7 ton/ha menjadi 6,5 ton/ha, Jagung naik 23 persen dari 4,7 ton/ha menjadi 5,8 ton/ha.
Dengan upaya program bagi kelompok tani ini, diungkapkan juga oleh Tri Wahyudi, di awal tahun 2025, sudah dimulai penyaluran pupuk subsidi bagi para petani. Salah satunya di wilayah Kabupaten Jember. “Jadi tahun 2025 ini kami dapat amanah dari pemerintah. Untuk menyiapkan produksi pupuk kami (subsidi) 9,55 juta ton. Secara rinci ada 4,6 juta ton Urea, 4,3 juta ton NPK, dan 500 ribu ton Pupuk Organik. Sampai hari ini, kami sudah menyalurkan 10 ribu ton pupuk subsidi sejak 1 Januari 2025 kemarin. Sehingga tidak ada lagi kata terlambat atau alasan lain-lain,” kata Tri Wahyudi saat dikonfirmasi disela kegiatannya di Jember.
Dengan langkah awal terkait penyaluran pupuk subsidi itu, pupuk Indonesia menghimbau para kelompok tani untuk melakukan pengawalan. DIkarenakan untuk luas lahan sawah kurang lebih 500 Ha, hasilnya mencapai 9-10 ton. “Hal ini sejalan dengan program Pak Presiden Prabowo, bahwa Indonesia harus Swasembada pangan. Maka ini jadi komitmen Pupuk Indonesia untuk mendukung Swasembada Pangan itu,” sambungnya. Tri Wahyudi mengungkapkan bahwa peningkatan hasil pertanian di Kabupaten Jember dinilai cukup baik. Harapannya berkat adanya program pendampingan, para petani dapat mendukung Swasembada Pangan pemerintah.
Terkait dukungan dan pendampingan dari Pupuk Indonesia, lebih lanjut kata Tri Wahyudi, para kelompok tani yang tergabung dalam Program Makmur mendapat edukasi cara pemupukan yang benar. “Sehingga secara edukasi untuk tidak asal-asalan dalam menebar pupuk itu. Kami membuat rekomendasi (teknik pemupukan) dari Kementan. Contoh Urea harus 300 Kg per hectare, itu kami lakukan. Meskipun mereka (para petani) tidak mendapat pupuk subsidi sebanyak itu. Setidaknya mereka juga membeli yang non subsidi,” ulas dia. Lebih jauh soal penyaluran pupuk subsidi yang dilakukan lebih awal, Tri Wahyudi menyebut hal itu merupakan bagian dari upaya evaluasi yang dilakukan pada tahun 2024 lalu.
“Untuk tahun 2024 kemarin, kami (Pupuk Indonesia) menyalurkan 7,3 juta ton sampai bulan Desember kemarin. Karena 76 dari 95 persen penyaluran itu, disebabkan banyak aturan-aturan pada saat itu. Kami hanya bisa melakukan penyaluran pada bulan April 2024. Sedangkan musim tanam Januari-Maret 2024 sudah lewat. Makanya kami pemerintah pada tahun 2025 ini bisa dimajukan (penyaluran pupuk subsidi),” jelasnya.


