Kerugian Ratusan Juta Rupiah
Dugaan Penyimpangan Dana KUR Bank Jatim Bondowoso, Korbannya Anak Lulusan SMA
BONDOWOSO, FaktualNews.co- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Berdikari melaporkan dugaan penyimpangan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Jatim Cabang Bondowoso, Kamis (30/01/2025).
Kasus ini diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah dan melibatkan sejumlah korban, yang mayoritas adalah anak-anak muda baru lulus SMA di Kecamatan Sumber Wringin.
Wakil Ketua LSM Berdikari, Mohammad Sodiq mengungkapkan bahwa korban merasa tidak pernah mengajukan pinjaman, tetapi mendapati tagihan sebesar Rp100 juta.
“Awalnya para korban diiming-imingi bantuan dan bonus Rp1 juta hanya dengan menyerahkan KTP oleh seorang oknum berinisial RAZ. Mereka kemudian diajak ke Bank Jatim untuk menerima program tersebut,” jelas Sodiq.
Namun, satu tahun kemudian, petugas Bank Jatim mendatangi rumah para korban untuk menagih pinjaman.
Fakta ini mengejutkan para korban yang merasa tidak pernah berhutang.
Menurut Sodiq, dugaan manipulasi pengajuan pinjaman pada program KUR ini berpotensi merugikan negara hingga ratusan juta rupiah dalam satu kelompok.
“Dari kelompok yang melapor ke kami, tercatat kerugian negara sekitar Rp900 juta. Saat ini, baru satu kelompok yang melaporkan kasus ini. Ada dua kelompok lain yang masih kami telusuri, dengan potensi kerugian mencapai Rp2,7 miliar,” terang Sodiq.
LSM Berdikari kini terus menggali fakta dan mengumpulkan bukti untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang. Sodiq berharap aparat hukum segera mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini agar para korban mendapatkan keadilan, serta kerugian negara dapat diminimalisir.
Sementara itu, pimpinan Bank Jatim Bondowoso, Bambang Eko Prakoso saat dikonfirmasi lewat telepon dan pesan pribadi whatsapp belum memberikan tanggapan.
Kasus ini menambah daftar panjang praktik manipulasi dalam penyaluran dana KUR. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan meningkatkan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang.


