LUMAJANG, FaktualNews.co – Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, masih menunjukkan intensitas yang tinggi.

Selama periode pengamatan pada Senin (8/6/2026) pukul 05.00 WIB-12.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 16 kali gempa letusan dan lima kali erupsi.

“Tercatat 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 13-22 mm, dan lama gempa 69-122 detik pada Senin selama enam jam terakhir pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.

Sebagaimana dilansir kompas.com, selain gempa letusan, Gunung Semeru juga mengalami empat kali gempa guguran dengan amplitudo 2-3 mm dan durasi 31-110 detik.

Tercatat pula dua kali gempa embusan dengan amplitudo 2-6 mm dan lama gempa 30-59 detik. Sementara itu, lima kali gempa tektonik jauh juga terdeteksi dengan amplitudo 13-39 mm, S-P 15-17 detik, serta durasi 40-1.339 detik.

Sigit menjelaskan, Gunung Semeru tercatat mengalami lima kali erupsi sejak pukul 05.25 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak.

Erupsi kelima terjadi pada pukul 11.16 WIB dan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl.

Secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas hingga sesekali tertutup kabut. Asap dari kawah utama teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang dan ketinggian sekitar 100-300 meter dari puncak.

“Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat dan barat laut,” katanya.

Saat ini Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan guna menghindari risiko bencana vulkanik.

“Masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi),” terangnya.

Di luar kawasan tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” tutur Sigit.

Selain itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar yang dapat terjadi di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” tutup Sigit.