LAMONGAN, FaktualNews.co- Suasana tenang di Dusun Banggle, Desa Banggle, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan mendadak geger.

Seorang warga setempat, Suwadi (54) secara tak sengaja menemukan sebuah benda mencurigakan yang diduga kuat sebagai granat tangan di pekarangan rumahnya, Jumat (18/7/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Penemuan tak biasa ini terjadi saat Suwadi tengah membersihkan halaman rumahnya seperti biasa. Namun, tak disangka, aktivitas rutin itu justru berujung penemuan benda berbentuk bulat, berkarat, dan memiliki tonjolan mencurigakan di bagian atas ciri khas granat jenis nanas (pineapple grenade).

Merasa curiga dan takut, Suwadi langsung melaporkan temuannya kepada Kepala Dusun Banggle, Mulyo Utomo. Sang kepala dusun pun tak ingin mengambil risiko, dan segera meneruskan laporan ke Polsek Sukorame sekitar pukul 13.00 WIB.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, Tim Jibom dari Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jawa Timur langsung diterjunkan ke lokasi.

“Benar, sekitar pukul 17.00 WIB, tim Jibom tiba di TKP untuk melakukan identifikasi dan pengamanan benda yang diduga sebagai bahan peledak,” jelas Ipda Hamzaid.

Tim Gegana bersama jajaran Satreskrim Polres Lamongan kemudian mengevakuasi benda mencurigakan tersebut benda itu kini telah dibawa ke Mako Brimob Polda Jatim untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Dari ciri-cirinya, benda tersebut menyerupai granat tangan tua berbentuk bulat, bersegmen, berkarat, dan memiliki bagian tonjolan menyerupai pin atau pemicu.

Menariknya, benda itu disebut berukuran lebih besar dari granat nanas biasa, menimbulkan dugaan bahwa ini bisa jadi jenis granat lain atau peninggalan perang.

Meski tampak tua dan berkarat, pihak kepolisian mengingatkan bahwa benda seperti ini tetap berbahaya dan bisa meledak jika ditangani sembarangan,

“Benda yang diduga bahan peledak tersebut berhasil dievakuasi Tim Gegana, kemudian dibawa ke Mako Sat Brimob Polda Jatim untuk dilakukan identifikasi dan Penyelidikan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menambah daftar penemuan bahan peledak di wilayah Lamongan. Sebelumnya, pada 2022, seorang nelayan menemukan mortir tersangkut di jaringnya, dan pada 2008, seorang pekerja proyek jalan juga menemukan bom aktif di Desa Tugu yang diduga peninggalan Perang Dunia II.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke aparat jika menemukan benda mencurigakan, agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.