Ratusan Siswa SMAN 1 Panji Situbondo, Diduga Mengalami Keracunan MBG
SITUBONDO, FaktualNews.co-Sedikitnya 232 siswa-siswi SMAN 1 Panji, Kabupaten Situbondo, mengalami keracunan massal,diduga akibat menyantap makanan bergizi gratis (MBG), dengan kondisi mengalami diare.
Diperoleh keterangan, terungkapnya ratusan siswa SMAN 1 Panji, Situbondo mengalami keracunan massal, dengan kondisi bolak-balik ke kamar mandi di sekolahnya, berawal dari laporan salah satu wali kelas, yang muridnya mengalami diare secara berjamaah.
Sehingga untuk menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung menuju kelas yang diketahui 15 siswa mengalami diare. Bahkan, setelah ditanyakan sejumlah siswa mengaku perutnya melilit, dan berulang kali ke kamar mandi untuk BAB.
“Karena setelah saya tanyakan gejalanya sama, yakni perutnya melilit dan berulangkali ke kamar mandi untuk BAB, dengan kondisi BAB encer, sehingga saya memastikan para siswa mengalami diare,”ujar Dwi Prasetyo Budi,Waka Kesiswaan SMAN 1 Panji, Situbondo, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, karena diduga mengalami diare, diduga akibat menkonsumsi makanan jatah dari MBG, pihaknya langsung mengecek para siswa disejumlah kelas SMAN 1 Panji, Situbondo.
“Hasilnya, tercatat sebanyak 232 siswa dan siswi yang mengalami keracunan, dengan gejala yang sama, yakni perut melilit dan bolak-balik ke kamar mandi untuk BAB,”bebernya.
Lebih jauh Dwi menjelaskan, mengetahui ratusan siswa-siswinya mengalami gejala yang sama, petugas UKS memberikan obat kepada siswa yang mengalami gejala ringan.
“Sedangkan para siswa yang kondisinya parah, pihak sekolah langsung menelpon orang tua siswa tersebut, agar menjemput putera-puterinya di sekolah,”pungkasnya.
Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Panji, Situbondo Syaiful Bahri mengatakan, diakui dari jumlah total 1.042 siswa SMAN 1 Panji, yang terdeteksi mengalami keracunan massal sebanyak 232 siswa. Itupun siswa yang masuk pada hari ini (Kamis red-).
“Tidak menurup kemungkinan sejumlah siswa yang tidak masuk, juga mengalami keracunan diduga akibat menkonsumsi MBG,”kata Syaiful Bahri.
Menurutnya, karena siswa yang mengalami sakit perut cukup banyak, pihaknya berharap sejumlah siswa tersebut cepat sembuh, sehingga mereka bisa mengikuti kembali proses belajar mengajar di sekolah.
“Selain itu, agar kasus serupa tidak terulang lagi, kami meminta kepada Satgas MBG, untuk meningkatkan pengawasan ke sejumlah dapur umum MBG di Situbondo,”pinta Syaiful Bahri.
Sementara itu, Mayor Aan Jauhari, salah seorang Satgas MBG di Situbondo mengatakan, begitu mendapat informasi sejumlah siswa mengalami sakit perut massal, tim Satgas MBG Kabupaten Situbondo, melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Untuk memastikan kondisi siswa. Satgas juga melakukan pengecekan menyeluruh ke dapur Sekolah Pusat Pengolahan Gizi (SPPG) Mimbaan Panji, yang mendistribusikan makanan ke sekolah SMAN 1 Panji,”bebernya.
Menurutnya, dapur SPPG Mimbaan, Kecamatan Panji, melayani 18 sekolah dengan total sebanyak 3.394 siswa penerima MBG. Dari jumlah tersebut, hanya 232 siswa di satu sekolah yang mengalami keluhan sakit perut, sementara siswa di sekolah lainnya tetap dalam kondisi sehat.
“Satgas MBG Situbondo berkomitmen menjaga mutu makanan yang dikonsumsi siswa. Oleh karena itu, setiap ada informasi sekecil apapun, langsung kami respon dengan cepat, transparan, dan berdasarkan hasil uji laboratorium,” tegasnya.


