JOMBANG, FaktualNews.co-Bagi pecinta kuliner malam, di Wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, dan sekitarnya. Nampaknya harus merasakan kelezatan Mie Goreng Guk Din, di Dusun Jayan, Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Betapa tidak, Mie Guk Din, yang setiap malam mangkal di Pertigaan Dusun Jayan itu, terkenal lezat nikmat dengan aroma yang khas. Karuan saja, Mie Guk Din seporsi jumbo yang harganya cuma Rp 10 ribu, selalu diserbu pelanngganya setiap mulai buka habis Maghrib hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelangganyapun tidak hanya warga sekitar, namun tidak jarang pengguna jalan alternatif jurusan Perak-Kertosono Nganjuk, mampir menikmati Mie Guk Din.

Saking jumbonya porsi Mie Guk Din, tidak jarang suami istri jika makan Mie Guk Din di lapaknya, hanya pesen seporsi untuk berdua. Sebab, tidak sedikit seorang makan seporsi Mie Guk Din tidak habis.

Samsudin (60) alias Guk Din sudah puluhan tahun sebagai penjual mie. Di sekitar tahun 1988 lalu, Guk Din mengawali jual mie keliling mendorong gerobak. Namun hanya sekitar dua tahun kemudian Guk Din merantau ke Bandung, Jawa Barat sebagai tukang kebun di sebuah bank BUMN. Sekitar 15 tahun kemudian Guk Din kembali pulang ke rumahnya  di Dusun Jayan, Desa Barongsawahan, dengan membawa seorang anak hasil pernikahannya dengan Yana seorang perempuan asal Bandung.

Nah sepulang dari Bandung itulah Guk Din kembali berjualan mie dengan istrinya. Namun, takdir harus memisahkan Guk Din dengan Yana yang kembali kepangkuan Illahi karena Covid-19 pada tahun 2021 lalu.

Kini, Guk Din berjualan mie sendiri yang terkadang juga ditemani anak ragilnya. Selain mie goreng, Guk Din juga menyediakan mie cemek dan nasi goreng mawut.

“Alhamdulillah dengan berjualan seperti ini, saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga,”ujar Guk Din bersyukur.

Ditanya apakah tidak merugi berjualan semurah itu seporsi, Guk Din mengatakan sebenarnya untungnya nipis. Namun Guk Din etap menekuni usaha yang digeluti puluhan tahun itu.

Selain itu Guk Din untuk manambah penghasilannya ketika siang dia membuat kandang ayam, berbahan limbah kayu yang dibeli bos pengepul kandang ayam untuk dipasarkan ke sejumlah daerah di Jatim.

Untuk pelanggannya Guk Din mengaku tidak sedikit pengguna jalan dari luar Jombang, yang juga menikmati kuliner olahan tangan Guk Din.

“Mereka mayoritas pengendara motor dari luar Jombang, istirahat sambil menikmati mie atau nasi goreng,”pungkas Guk Din.

Sementara itu, Agung Wibowo (27) pemuda asal Purwoasri, Kediri yang makan mie Guk Din, mengatakan mampir makan mie karena melihat banyaknya pelanggan yang antre hingga tertarik untuk merasakan.

“Alhamdulillah ternyata rasanya nikmat nampol, makanya kok banyak yang antre. Bisa dijadikan langganan ini, kalau lewat pasti mampir lagi saya,”kata Agung Wibowo yang mengaku perjalanan dari Surabaya itu, seraya menunjukkan jempol tangannya Selasa (25/11/2025) petang.

“Ini sedekah apa jualan ya Guk Din, kok ugal ugalan porsinya, rasanya nikmat lagi,”imbuh Agung.