JOMBANG, FaktualNews.co-Calon Jamaah Haji (CJH) cadangan asal Kabupaten Jombang mulai diminta bersiap menyusul dibukanya pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahap kedua untuk musim haji 2026.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, terdapat 578 CJH cadangan yang telah lolos proses verifikasi dan dinyatakan berhak mengikuti pelunasan tahap lanjutan tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan sekaligus sosialisasi kepada jamaah cadangan agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi sejak dini.

“Jamaah cadangan ini sudah kami verifikasi dari sisi administrasi maupun kesiapan awal. Harapannya, saat ada peluang berangkat, mereka sudah siap sepenuhnya,” kata Ilham, Selasa (16/12/2025).

Ia menambahkan, secara umum para CJH cadangan telah mengantongi dokumen dasar seperti nomor porsi, KTP, kartu keluarga, serta dokumen pendukung lainnya. Namun demikian, pengurusan paspor menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan proses visa haji.

“Kami mengimbau jamaah segera mengurus paspor. Ini penting agar tidak menghambat tahapan berikutnya apabila dinyatakan berangkat,” ujarnya.

Pelunasan BPIH tahap kedua bagi kuota cadangan dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 9 Januari 2026. Proses pelunasan hanya dapat dilakukan setelah jamaah dinyatakan istitha’ah, yakni memenuhi ketentuan kesehatan sesuai regulasi yang berlaku.

Sementara itu, untuk kuota reguler, realisasi pelunasan tahap pertama di Kabupaten Jombang telah mencapai 571 jamaah dari total 1.190 kuota. Pihak kementerian mengingatkan jamaah yang telah melunasi agar segera melakukan konfirmasi dengan membawa bukti pembayaran dari bank penerima setoran.

“Konfirmasi wajib dilakukan agar data jamaah bisa segera kami proses pada tahap berikutnya,” tegas Ilham.

Dengan adanya kesiapan jamaah cadangan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang berharap tidak ada kursi haji reguler yang kosong pada musim haji 2026.

Seluruh proses verifikasi dilakukan untuk memastikan jamaah yang berangkat benar-benar siap secara administrasi, fisik, dan mental.