SAMPANG, FaktualNews.co – Ratusan warga Kabupaten Sampang tercatat memilih bekerja ke luar negeri sepanjang 2025.

Arab Saudi masih menjadi negara tujuan penempatan paling dominan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sampang, hingga 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 315 Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah melalui proses verifikasi resmi.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 212 PMI berjenis kelamin laki-laki dan 103 perempuan. Mereka tersebar ke berbagai negara tujuan, terutama kawasan Timur Tengah dan sebagian negara Eropa,” ungkap Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan bahwa hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sampang menyumbang jumlah PMI.

“Sebaran PMI paling banyak berasal dari Kecamatan Sampang dengan 55 orang. Selanjutnya Kecamatan Pangarengan sebanyak 46 orang, Torjun dan Camplong masing-masing 35 orang, serta Kecamatan Sreseh 30 orang,”ujarnya.

Selain kecamatan tersebut, lanjut Tri, PMI juga berasal dari Banyuates sebanyak 29 orang, Robatal 16 orang, Ketapang 15 orang, Kedungdung 14 orang, Omben 13 orang, Sokobanah 10 orang, Tambelangan 8 orang, Jrengik 5 orang, dan Karangpenang 4 orang.

“Dari sisi negara tujuan penempatan, Arab Saudi masih menjadi pilihan utama PMI asal Sampang. Sepanjang 2025, tercatat 169 orang PMI diberangkatkan ke negara tersebut,” terangnya.

“Setelah Arab Saudi, tujuan penempatan berikutnya adalah Turki sebanyak 58 orang, Brunei Darussalam 24 orang, Italia 14 orang, dan Taiwan 8 orang,” tambahnya.

Selain itu, PMI asal Sampang juga tercatat bekerja di Romania, Hong Kong, dan Malaysia masing-masing 4 orang, Singapura dan Uni Emirat Arab masing-masing 3 orang, Bulgaria 2 orang, serta Yordania dan Polandia masing-masing 1 orang.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar menempuh jalur yang legal dan prosedural saat bekerja ke luar negeri. Dengan begitu, hak, keamanan, dan perlindungan pekerja migran dapat terjamin,” pungkasnya. (Zainullah)