SAMPANG, FaktualNews.co-Program pelatihan bahasa asing yang membuka akses kerja ke luar negeri bagi warga Kabupaten Sampang justru tidak berlanjut pada tahun anggaran berjalan 2026.

Padahal, hasil pelatihan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang pada 2025 lalu menunjukkan dampak nyata, dengan mayoritas peserta kini memiliki peluang kerja di luar negeri.

Kepala Bidang Pelatihan dan Hubungan Industrial Disnaker Sampang, Ervien Budi Jatmiko, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 16 peserta saat ini tengah menjalani proses keberangkatan kerja ke Turki.

“Dari informasi yang saya terima dari salah satu peserta, sekitar 16 orang sedang dalam proses keberangkatan ke Turki. Apakah sudah berangkat atau belum, saya belum bisa memastikan secara detail, tetapi prosesnya sudah berjalan karena memang dibutuhkan,” ujar Ervien, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan Bahasa Inggris dengan durasi 50 hari.

Dari total 20 peserta, kata dia, sebanyak 16 orang dinyatakan lolos dan kini tengah mengurus berbagai kelengkapan administrasi sebagai bagian dari tahapan bekerja ke luar negeri.

“Dengan durasi 50 hari, peserta diharapkan sudah memiliki kemampuan dasar bahasa yang memadai. Umumnya kursus bahasa satu bulan saja sudah cukup, sehingga dengan waktu tersebut seharusnya mereka lebih siap,” jelasnya.

Namun, lanjut Ervien, meski program tersebut menunjukkan hasil konkret, pelatihan bahasa asing belum dapat kembali dilaksanakan pada tahun ini karena alasan keterbatasan anggaran.

“Untuk tahun ini, pelatihan bahasa asing belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Padahal program ini sangat membantu masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri,” ungkapnya.

Disnaker Sampang berharap, apabila ke depan tersedia alokasi dana, program pelatihan bahasa asing dapat kembali digelar sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja daerah.

Selain itu, Ervien juga menyampaikan harapan agar para peserta yang telah memperoleh peluang kerja di luar negeri dapat menjalani proses keberangkatan dengan lancar serta bekerja sesuai ketentuan yang berlaku di negara tujuan.

“Kami berharap mereka para peserta yang telah memperoleh peluang kerja di luar negeri bisa bekerja dengan baik, menaati aturan, serta memperoleh penghasilan yang layak sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga di daerah asal,” pungkasnya.(Zainullah)