Siswa SMA Situbondo Korban Pengeroyokan Hingga Kini Masih Koma
SITUBONDO, FaktualNews.co – Mahmud Nur Huda (17), siswa kelas XII salah satu SMA Kota Situbondo, kondisinya masih koma di ruang ICU RS dr Soebandi Jember. Korban dilarikan pada Sabtu (7/2/2026) lalu, diduga kuat korban babak belur setelah menjadi korban penganiayaan RZ dan dua orang temannya. Kondisi koma yang diderita anak kedua pasangan suami istri (pasutri) asal Desa/Kecamatan Kapongan ini usai menjalani operasi pada bagian kepala pada Jumat (13/2/2026) kemarin.
Nurul Isnaini, kakak korban M Nur Huda mengatakan, karena selama enam hari menjalani rawat inap di RS dr Jember terkesan tidak ada perkembangan, kondisinya hingga kini koma. “Kami minta segera dilakukan penangkapan terhadap pelaku RZ bersama dua orang temannya. Mengingat hingga hari ini (Sabtu red-), kondisi adik saya masih koma di ruang ICU,” ujar Nurul Isnaini, Sabtu (14/2/2026). Menurutnya, berdasarkan keterangan tim medis RS dr Soebandi Jember, jaringan otak adiknya rusak akibat pukulan yang ia terima.
“Akibat dipukul berulangkali di kepala bagian belakang, berdasarkan informasi dari tim dokter ruang ICU RS dr Soebandi Jember, jaringan otak adik saya hancur,” beber Nurul Isnaini. Lebih jauh Nurul menegaskan, karena korban berpotensi cacat akibat jaringan otaknya rusak, pihaknya mendesak polisi untuk menangkap terduga pelaku RZ dan dua orang temannya. “Berdasarkan informasi dari tim medis, adik saya berpotensi tidak akan hidup normal seperti dulu. Meski demikian, saya berharap M Nur Huda diberi kesembuhan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan mengatakan, dalam kasus dugaan kasus ini, penyidik telah memanggil dan meminta keterangan saksi. Bahkan, penyidik juga memanggil terlapor RZ. “Namun, pada panggilan pertama RZ tidak memenuhi panggilan penyidik. Sedangkan saat di datangi di rumahnya ternyata RZ sakit, yang dibuktikan adanya surat keterangan dari dokter,” kata AKP Agung Hartawan. Menurutnya, berdasarkan keterangan tiga saksi kepada penyidik, baik korban M Nur Huda maupun terlapor RZ bersekolah di tempat yang sama, akan tetapi beda kelas.


