PLOSO, KabarJombang.com – Ambruknya atap teras lantai 2 sisi utara bangunan baru Pasar Ploso, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada Rabu (18/3/2026) dini hari, langsung mendapat respons dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang.

Plt Kepala Disdagrin Jombang, Purwanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa bagian yang roboh merupakan kanopi bangunan yang terlepas hingga jatuh ke tanah.

“Saya bersama tim sudah melihat kondisi di lapangan. Memang benar ada semacam kanopi yang roboh atau lepas ke bawah,” ujar Purwanto.

Sebagai langkah cepat, Disdagrin melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan (Sardag) telah menghubungi pihak penyedia atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Purwanto menjelaskan, ada sejumlah instruksi yang telah disampaikan kepada pihak penyedia. Di antaranya adalah segera membersihkan material bangunan yang roboh, serta melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami minta penyedia segera merapikan material yang jatuh dan melakukan perbaikan agar aman, serta tidak sampai menimbulkan korban di kemudian hari,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan potensi risiko pada bagian bangunan lain, khususnya kanopi di sisi selatan yang dinilai memiliki kemungkinan mengalami hal serupa.

“Kanopi di sebelah selatan juga perlu diantisipasi. Walaupun saat ini terlihat tidak ada masalah, tetap harus dilakukan penguatan, terutama pada titik sambungan ke pilar-pilar,” tegasnya.

Disdagrin juga meminta agar proses perbaikan dilakukan secepat mungkin, meskipun saat ini mendekati momentum Hari Raya Idulfitri yang biasanya berdampak pada aktivitas proyek.

“Kami harap perbaikan bisa segera diselesaikan, meskipun saat ini mendekati Lebaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, setiap tahapan pembenahan diminta untuk didokumentasikan secara lengkap, baik dalam bentuk foto maupun video, sebagai bahan laporan dan evaluasi.

Purwanto memastikan bahwa kejadian ini telah dilaporkan kepada pimpinan untuk tindak lanjut, termasuk evaluasi terhadap pekerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Meski begitu, pihaknya bersyukur tidak ada pedagang maupun warga yang terdampak secara langsung.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tandasnya.