SAMPANG, FaktualNews.co – Pemerintah Kabupaten Sampang melaporkan capaian kinerja pembangunan daerah tahun anggaran 2025 yang menunjukkan peningkatan di sejumlah sektor strategis. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,16 persen.

Namun demikian, penurunan angka kemiskinan masih berlangsung terbatas dan belum sesuai target yang ditetapkan pemerintah daerah yang berjuluk Kota Bahari tersebut.

Wakil Bupati Sampang, Akhmad Mahfudz, menyampaikan bahwa secara umum capaian pembangunan daerah mengalami peningkatan yang cukup baik jika dilihat dari sejumlah indikator kinerja utama.

“Secara garis besar, kinerja pembangunan Kabupaten Sampang menunjukkan capaian yang cukup baik,” ujarnya saat penyampaian LKPJ di Aula DPRD Sampang, Senin (30/3/2026).

Salah satu indikator yang mengalami peningkatan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebesar 67,23 atau naik 0,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan IPM tahun 2025 didukung oleh semua dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak,” ungkapnya.

Di sisi lain, katanya, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sampang turun sebesar 0,22 persen, dari 20,83 persen pada Maret 2024 menjadi 20,61 persen pada Maret 2025.

“Penurunan kemiskinan memang terjadi, namun capaian tersebut masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan,” kata Mahfudz.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang pada tahun 2025 mengalami percepatan yang cukup signifikan hingga mencapai 5,16 persen. Pertumbuhan ini terjadi di hampir seluruh lapangan usaha, meski beberapa sektor mengalami kontraksi.

“Sektor lapangan usaha pertambangan dan penggalian tercatat mengalami kontraksi sebesar -6,99 persen. Begitu pula sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang yang terkontraksi sebesar -2,13 persen,” paparnya.

Dalam hal pemerataan pendapatan, Gini rasio Kabupaten Sampang selama lima tahun terakhir relatif stabil di bawah angka 0,36 persen yang menunjukkan tingkat ketimpangan rendah.

“Namun, pada tahun 2025 terjadi sedikit peningkatan ketimpangan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan angka mencapai 0,265 persen,”jelasnya.

Sedangkan dibidang infrastruktur, lanjut Mahfudz, kinerja pemerintah daerah juga menunjukkan perbaikan. Hal itu diukur melalaui Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI), pada tahun 2025 meningkat menjadi 7,09 persen.

“Peningkatan ini mencerminkan membaiknya aspek ketersediaan dan kualitas fisik infrastruktur, kesesuaian, pemanfaatan, serta kontribusinya terhadap perekonomian,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi Pemerintah Kabupaten Sampang juga mengalami kenaikan.

Pada tahun 2025, indeks tersebut mencapai 77,66 dengan kategori BB, meningkat 0,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“kita berharap, proses pembangunan yang kita bangun bersama akan semakin mendekatkan pada tujuan utama kita yaitu masyarakat Sampang yang bermartabat,” pungkas Mahfudz.