Seruan Kiai Sepuh, Menjaga Marwah NU Jelang Munas dan Konbes
KEDIRI, FaktualNews.co – Menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, belasan kiai sepuh dan pengasuh pondok pesantren berkumpul di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Sabtu (20/6/2026).
Pertemuan ini menjadi momen penting bagi para masyayikh, termasuk mantan Wapres KH Ma’ruf Amin, untuk menyampaikan sikap kolektif sebagai wujud tanggung jawab menjaga khittah dan marwah jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Dalam forum ramah tamah tersebut, KH Abdurahman Al Kautsar (Gus Kautsar) mewakili para kiai menyampaikan tiga poin seruan utama.
Pertama, menjaga integritas AHWA. Para kiai menekankan agar Munas dan Konbes tidak melahirkan kebijakan yang menjauhkan NU dari akar pesantren.
”Oleh karena itu usulan penambahan syarat calon anggota ahlul halli wal aqdi (AHWA) harus pengurus syuriyah dan didasarkan representasi kewilayahan harus dibatalkan. Demikian juga, usulan pengubahan larangan rangkap jabatan politik juga harus dibatalkan,” kata Gus Kautsar.
Kedua, muktamar berbasis pesantren. Mengingat posisi pesantren sebagai pusat transmisi ilmu dan fondasi utama organisasi, para kiai berharap agar Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 2026 diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah, tradisi, serta mata rantai keilmuan yang selama ini menjadi sumber kekuatan Nahdlatul Ulama.
Ketiga, menjaga akhlak berorganisasi. Para kiai meminta seluruh elemen yang terlibat dalam Munas dan Konbes agar senantiasa menjaga ketertiban, akhlak, adab musyawarah, serta mengedepankan persatuan dan kesatuan jam’iyah.
Gus Kautsar menutup pernyataan tersebut dengan harapan agar seluruh pemimpin dan warga NU senantiasa berada dalam bimbingan Allah SWT.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh para tokoh sentral, seperti KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Manshur, KH A. Kafabihi Mahrus, Prof. KH Said Aqil Siroj, dan sejumlah tokoh ulama lainnya dari berbagai daerah.

